17, 2026
Nasional

Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/11/6aa381b7d565a-polda-sumsel_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

Polisi Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan cairan pemadam api khusus bernama X-Fire di wilayah Gelumbang, Kabupaten Ogan Ilir. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah penyebaran api lebih luas.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Irjen Pol. Drs. H. Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa penggunaan cairan X-Fire merupakan salah satu solusi teknis dalam penanganan Karhutla. "Kami berkolaborasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada. X-Fire ini terbukto efektif dalam menurunkan suhu api dan membantu mempercepat pemadaman," ujar Kapolda saat ditemui di lokasi pemadaman, Rabu (11/9/2024).

Cairan X-Fire sendiri adalah produk hasil inovasi lokal yang dikembangkan oleh Tim Penanggulangan Bencana Daerah (TPBD) Provinsi Sumsel. Cairan ini terbuat dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem sekitar lokasi kebakaran. "X-Fire mengandalkan komponen surfaktan alami yang mampu menembus lapisan permukaan air sehingga lebih efektif meresap ke dalam tanah dan memadamkan api dari akarnya," jelas Kepala BPBD Sumsel, Muhammad Rizal.

Mekanisme Penggunaan X-Fire dalam Pemadaman Karhutla

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan dari Polda Sumsel, BPBD, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla, serta relawan menggunakan berbagai metode untuk menyebarkan cairan X-Fire di area terdampak. Salah satunya melalui penyemprotan menggunakan alat berat yang dilengkapi dengan sistem penyemprot khusus. Selain itu, X-Fire juga disemprotkan secara manual oleh tim pemadam api relawan yang dilatih khusus.

Menurut Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Sumsel, Agus Sutanto, penggunaan X-Fire telah memberikan hasil yang signifikan dalam penanganan kebakaran di wilayah Gelumbang. "Sebelum menggunakan X-Fire, proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena api sulit dijinakkan. Namun setelah penggunaan cairan ini, kami melihat perbedaan yang signifikan dalam mengendalikan api," ujar Agus.

Wilayah Gelumbang sendiri sejak awal September 2024 menjadi salah satu titik panas Karhutla di Sumsel. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare dengan tingkat keparahan bervariasi. Sebagian besar area yang terbakar adalah lahan gambut dan hutan sekunder yang kering akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Tantangan dan Upaya Pencegahan Karhutla

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya pemadaman, tim masih menghadapi tantangan dalam mengendalikan Karhutla di Gelumbang. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang kering dan angin yang tidak menentu yang seringkali membuat api kembali membesar setelah sempat dijaga.

"Kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar saat ini. Suhu tinggi dan kelembaban udara yang rendah membuat api mudah menyala kembali. Oleh karena itu, kami terus melakukan patroli dan pemantauan 24 jam di sekitar area terdampak," jelas Kepala Polres Ogan Ilir, AKBP Budi Santoso.

Selain penanganan darurat, Polda Sumsel juga melakukan berbagai upaya pencegahan untuk mengurangi risiko terjadinya Karhutla. Upaya tersebut meliputi penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta pengawasan terhadap potensi pelaku pembakaran hutan dan lahan (PHK).

"Kami akan terus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku PHK. Selama ini telah ada beberapa tersangka yang ditangkap terkait kasus pembakaran hutan dan lahan. Kami berharap dengan adanya sanksi tegas, masyarakat akan sadar dan tidak lagi melakukan aksi pembakaran," tegas Kapolda Fauzi.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah juga berencana melakukan penanaman kembali vegetasi di area terdampak Karhutla. Rencananya, penanaman akan dilakukan dengan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi gambut di wilayah tersebut, seperti pohon gelam, meranti, dan jenis-jenis vegetasi lainnya yang mampu memulihkan ekosistem.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Polda Sumsel berharap kondisi Karhutla di provinsi ini dapat segera dikuasai. Selain itu, pihak juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter