17, 2026
Nasional

Persita Nyaris Curi 3 Poin di Markas PSIM, Carlos Pena: Minggu Depan Harus Lebih Baik

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persita Nyaris Meraih Poin Penuh di L tandang PSIM

Tim Persita Tangerang hampir berhasil membawa pulang tiga poin penting saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Liga 2. Meskipun akhirnya harus puas dengan hasil seri 1-1, performa tim asuhan Jafri Sastra ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasim Kipuw, pemain Persita, berhasil mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir yang membuat kedua tim membagi poin.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (15/7) ini berlangsung cukup sengit sejak awal. PSIM Yogyakarta yang menjadi tuan rumah tampil dominan sepanjang babak pertama. Beberapa peluang empat ditorehkan oleh skuat Macan Putih, namun sayangnya masih bisa dibendung oleh lini pertahanan Persita yang solid.

Performa Tim yang Meningkat

Menurut pelatih Persita, Jafri Sastra, hasil ini adalah bukti nyata bahwa timnya sedang dalam jalur pembenahan. "Kami tahu PSIM adalah tim yang kuang di kandang, tapi kami juga punya rencana permainan yang matang. Hasim yang mencetak gol di menit terakhir adalah hadiah untuk usaha keras selama 90 menit," ujar Jafri usai pertandingan.

Pada babak kedua, Persita tampil lebih agresif dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Meskipun PSIM unggul lebih dulu melalui gol pemain lokal di menit 65, Persita tidak menyerah dan terus mendorong serangan. Tekanan ini membuahkan hasil di injury time ketika Hasim Kipuw berhasil menyarakan bola ke gawang PSIM.

Komentar dari Carlos Pena

Kapten Persita, Carlos Pena, mengakui bahwa timnya hampir berhasil meraih kemenangan penuh. "Kami hampir membawa pulang tiga poin, tapi sepak bola itu tidak selalu sesuai rencana. Yang penting kita dapatkan satu poin di kandang lawan yang selalu sulit dihadapi. Minggu depan, kami harus tampil lebih baik lagi untuk bisa meraih kemenangan," tegas Pena.

Pena juga menyoroti pentingnya mental tim yang tidak goyah meskipun tertinggal gol. "Ketika kita kebobolan, kami tidak panik. Kami tetap percaya pada kemampuan diri dan terus bermain sesuai strategi. Itulah yang membuat kita bisa menyamakan kedudukan," tambahnya.

Rekor Lawan di Kandang PSIM

PSIM Yogyakarta memang dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang. Dari 10 laga terakhir di Stadion Maguwoharjo, PSIM hanya mengalami satu kekalahan. Rekor ini menjadi tantangan tersendiri bagi Persita yang berusaha meraih kemenangan perdana di kompetisi ini.

"Kami memang tahu bahwa PSIM sulit dihadapi di kandang mereka. Tapi kami sudah mempersiapkan segala sesuatinya sejak awal. Satu poin ini adalah hasil yang cukup baik, tapi kami masih butuh lebih untuk naik ke klasemen," ujar manajer Persita, Ahmad Rizki.

Perjalanan ke Depan

Dengan hasil ini, Persita masih berada di posisi tengah klasemen sementara. Dalam laga berikutnya, Persita akan menjamu Persis Solo di Stadion Benteng. Carlos Pena menyatakan bahwa timnya akan terus berlatih keras untuk mempersiapkan pertandingan tersebut.

"Minggu depan adalah kesempatan lain untuk meraih tiga poin. Kami harus belajar dari pengalaman di Yogyakarta dan terus meningkatkan performa. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik kita," pungkas Pena.

Dengan satu poin di tangan, Persita menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di kompetisi ini. Performa yang konsisten akan menjadi kunci bagi tim Tangerang ini untuk bisa meraih posisi yang lebih baik di klasemen akhir musim.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter