17, 2026
Nasional

KRL Berasap di Rawa Buntu Bikin Panik, Ternyata HP Penumpang Terbakar

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KRL Berasap di Rawa Buntu, Penumpang Panik Usai HP Terbakar

Gerombolan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Bogor mengalami kepanikan saat kereta melintasi Stasiun Rawa Buntu, Rabu (15/3) siang. Kebakaran yang terjadi di dalam kereta sempat membuat asap mengendap dan membuat panik puluhan penumpang. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata api berasal dari ponsel milik salah satu penumpang yang terbakar saat sedang digunakan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini membuat suasana di dalam KRL arah Bogor menjadi kacau. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, asap mulai muncul di gerbong kereta ketika melewati Stasiun Depok. Asap yang semakin pekat itu kemudian menyebar dan membuat para penumpang panik.

"Tiba-tiba ada asap yang keluar dari bagian depan gerbong. Warna asapnya hitam tebal dan ada bau terbakar," kata Ahmad, salah satu penumpang KRL yang selamat dari insiden ini.

Ketika asap semakin mengendap, sejumlah penumpang langsung berteriak dan berusaha keluar dari gerbong. Beberapa di antaranya bahkan melompat dari rel kereta saat berhenti di Stasiun Rawa Buntu. situasi semaan genting ini pun langsung ditangani oleh petugas keamanan dan kru KRL.

Api Berasal dari Ponsel Penumpang

Setelah kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, petugas keamanan dan petugas pemadam kebakaran segera melakukan pengecekan. Ternyata api berasal dari ponsel milah seorang penumpang yang sedang digunakan untuk menonton video.

"Setelah kami periksa, api berasal dari ponsel milik salah satu penumpang. Ponsel tersebut sedang digunakan saat terjadi kebakaran," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, Budi Santoso.

Menurut Budi, ponsel milik penumpang tersebut mengalami short circuit atau hubungan singkat saat digunakan. Akibatnya, ponsel tersebut langsung terbakar dan menyebabkan api yang menyebar ke sekitarnya.

"Penumpang tersebut langsung melemparkan ponsel yang sudah terbakar tersebut ke lantai. Api sempat menjalar ke karpet di dalam gerbong segeru dipadamkan oleh petugas KRL," jelas Budi.

Tidak Ada Korban Jiwa tapi Penumpang Alami Pusing

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sejumlah penumpang mengalami gejala sesak napas dan puing akibat terhiru asap. Mereka langsung mendapat pertolongan pertama dari petugas kesehatan yang sudah siaga di lokasi.

"Ada sekitar 5 penumpang yang mengalami gejala sesak napas dan pusing. Mereka langsung kami bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Budi.

Sementara itu, Kepala Humana PT KAI Commuter Line, Joni Martinus, membenarkan adanya insiden kebakaran di KRL. Menurutnya, insiden ini terjadi akibat kelalaian penumpang yang menggunakan perangkat elektronik saat kereta berjalan.

"Kami sudah mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak menggunakan ponsel atau perangkat elektronik saat kereta sedang berjalan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi hari ini," ujar Joni.

Imbauan Penggunaan Perangkat Elektronik

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam menggunakan transportasi massal. PT KAI Commuter Line kembali mengingatkan kepada para penumpang untuk tidak menggunakan ponsel atau perangkat elektronik saat kereta sedang berjalan, terutama saat baterai sedang diisi.

PT KAI Commuter Line juga menambahkan bahwa mereka akan meningkatkan patroli dan pengawasan di seluruh KRL untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali. Selain itu, pihaknya juga akan memasang poster imbauan di setiap gerbong KRL tentang penggunaan perangkat elektronik yang aman.

Untuk sementara waktu, KRL yang terkena dampak kebakaran langsung ditarik dari jalur operasional untuk diperiksa lebih lanjut. "KRL tersebut akan diperiksa tim teknis kami untuk memastikan seluruh sistem dalam keadaan aman sebelum kembali dioperasikan," tutup Joni.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter