Kronologi Handphone Meledak di Tas Penumpang KRL Rawa Buntu, Sempat Dikira Asap dari Kereta
Insiden meledaknya handphone di dalam tas penumpang KRL jurusan Rawa Buntu menuju Jakarta Kota pada Rabu (17/9/2026) menghebohkan penumpang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08:30 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan di dalam kereta hingga beberapa penumpang langsung membuang barang-barangnya keluar jendela.
Menurut keterangan Kepala Hum PT KAI Commuter Line Eva Rahmawati, peristiwa tersebut bermula saat kereta jenis Gemini berangkat dari Stasiun Rawa Buntu. Beberapa menit setelah berangkat, asap tebal mulai keluar dari sebuah tas yang ditinggalkan penumpang di atas kursi.
"Awalnya kami mendapat laporan dari masinis bahwa ada asap tebal di dalam kereta. Segera tim kami melakukan pengecekan dan menemukan tas yang sudah berisi asap pekat," jelas Eva dalam keterangannya.
Penumpang Panik dan Melarikan Diri
Ketika asap semakin pekat dan tercium bau tajam, beberapa penumpang yang berada di dekat tas tersebut langsung panik. Beberapa di antaranya berlari menuju gerbong kereta berikutnya atau bahkan mencoba melompat keluar dari jendela yang sedang bergerak.
"Saya sedang duduk dekat jendela tiba-tiba ada asap hitam menghitam dari arah depan. Saya langsung panik dan berusaha keluar dari kereta karena takut ledakan," ujar salah satu penumpang bernama Budi (32) yang masih dalam keadaan syok.
Tim keamanan KRL yang berada di lokasi segera melakukan evakuasi terhadap penumpang di sekitar area berbahaya. Mereka juga segera memadamkan asap yang keluar dari tas tersebut dengan menggunakan alat pemadam kecil yang ada di dalam kereta.
Handphone Rusak Menyebabkan Kebakaran
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tim keamanan menemukan bahwa sumber asap adalah sebuah handphone merek tertentu yang sudah rusak dan terlalu panas. Handphone tersebut ternyata sedang dalam kondisi men charge saat terjadi insiden.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim teknis kami, handphone tersebut mengalami short circuit atau hubungan singkat yang menyebabkan suhu menjadi sangat tinggi hingga mengakibatkan terbakarnya bagian baterai," jelas Kepala Teknis KRL Jakarta, Ahmad Fauzi.
Fauzi menambahkan bahwa kondisi ini sering terjadi pada baterai handphone yang sudah tua atau tidak original. "Kami selalu mengimbau kepada penumpang untuk tidak mengecharge perangkat elektronik saat berada di dalam KRL, terutama jika menggunakan power bank atau charger yang tidak resmi," tuturnya.
Tindakan Segera dan Evakuasi
Segera setelah mengetahui bahwa sumber bahaya sudah ditemukan, masinis segera menghubungi pusat pengendalian operasional (PPO) KRL untuk meminta bantuan. Kereta kemudian dihentikan di Stasiun Palmerah agar proses evakuasi dan penanganan lebih mudah dilakukan.
"Kami melakukan evakuasi terhadap penumpang di gerbong yang terdampak. Untuk mengantisipasi hal serupa, kami juga memeriksa tas-tas lain yang ada di sekitarnya," jelas seorang petugas keamanan yang tidak mau menyebut namanya.
Setelah diketahui aman, kereta pun dibiarkan melaju kembali dengan rute normal. Namun, petugas tetap melakukan pengawasan ekstra hingga kereta tiba di tujuan akhir.
Korban dan Dampak Insiden
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun dua penumpang mengalami luka ringan akibat terjatuh saat panik. Kedua korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan.
"Selain dua korban luka, beberapa barang pribadi penumpang juga rusak akibat terkena asap dan air yang digunakan untuk memadamkan api," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Rudi Santoso.
Tanggapan PT KAI
PT KAI Commuter Line mengapresiasi tingkat kecepatan respon tim keamanan dan masinis dalam menangani insiden ini. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang ikut merasakan kepanikan dan terganggu perjalannya.
"Kami akan meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang dibawa penumpang, terutama perangkat elektronik yang sedang di charge. Selain itu, kami juga akan menambah pemberitahuan mengenai bahaya mengecharge perangkat elektronik di dalam KRL melalui pengumuman di dalam kereta," jelas Eva.
Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh penumpang untuk lebih waspada dalam membawa perangkat elektronik, terutama jika kondisi perangkat tersebut sudah tidak prima. PT KAI juga mengimbau agar penumpang melaporkan jika melihat ada barang mencurigakan atau kondisi tidak wajar di dalam kereta.
Komentar (0)