17, 2026
Nasional

Penyebab Persija Terusir dari GBK, Jamu Java United Terancam Pindah Kandang

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/13/6aa5debdf01dd-pemain-persija-jakarta-ivan-mamut_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penyebab Persija Terusir dari GBK, Jamu Java United Terancam Pindah Kandang

Persija Jakarta akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka tidak lagi bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebagai markas dalam lanjutan Liga 1 2023. Keputusan ini diambil setelah Persija gagal memenuhi sejumlah persyar administratif yang menjadi syarat utama bagi tim tuan rumah untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Kritera GBK Tak Terpenuhi

Stadion Gelora Bung Karno sebagai salah satu stadion terbesar di Indonesia memiliki kriteria ketat bagi tim yang ingin menjadikannya sebagai markas. Persija Jakarta yang sebelumnya memanfaatkan GBK sebagai kandang harus memenuhi persyaratan administratif dan operasional yang telah ditetapkan oleh pengelola stadion.

Salah satu persyaratan utama adalah kelengkapan dokumen izin operasional yang mencakup izin penyelenggaraan pertandingan, surat keterangan aman dari kepolisian, serta dokumen keuangan yang menunjukkan kemampuan tim dalam menanggung biaya operasional. Persija diketahui belum melengkapi seluruh persyaratan tersebut dalam waktu yang ditentukan.

Ketua Umum Persija Jakarta, Glenn Sugita, mengakui bahwa timnya tengah menghadapi beberapa kendala administratif. "Kita sedang dalam proses untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan oleh pengelola GBK. Sayangnya, waktu yang diberikan tidak cukup bagi kami untuk menyelesaikan semua dokumen," ujar Glenn dalam konferensi pers singkat.

Dampak pada Persija

Keputusan Persija harus meninggalkan GBK tentu memberikan dampak signifikan bagi tim berjuluk Macan Kemayoran ini. Pertama, Persija harus mencari stadion alternatif yang memenuhi kriteria Liga 1. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan adalah Stadion Patriot Bekasi dan Stadion Wibawa Mukti di Bekasi.

Kedua, perpindahan kandang ini tentu akan mempengaruhi performa tim. Para pemain Persija perlu beradaptasi dengan kondisi stadion baru yang mungkin berbeda dengan GBK. Selain itu, dukungan suporter yang biasanya sangat besar di GBK juga akan berkurang jika tim harus bermain di luar Jakarta.

Ketiga, secara finansial, perpindahan kandang ini juga akan menambah beban biaya operasional bagi Persija. Biaya sewa stadion, transportasi, serta akomodasi untuk tim tamu dan ofisial akan menjadi pertimbangan tambahan yang harus dihadapi oleh manajemen klub.

Java United dalam Bahaya

Ironisnya, situasi yang dialami Persija kini juga mengancam tim lain di Liga 1, yaitu Persikabo 1973 atau yang sekarang berganti nama menjadi Java United. Sebagai tim yang juga menggunakan GBK sebagai markas, Java United kini berisiko harus mengalami hal serupa jika Persija berhasil menyelesaikan masalah administrasinya.

Menurut informasi yang dihimpun, pengelola GBK hanya mengizinkan satu tim Liga 1 menggunakan stadion tersebut sebagai markas. Jika Persija berhasil memenuhi semua persyaratan dan kembali menggunakan GBK, maka Java United harus siap-siap mencari stadion baru.

"Kami sedang memantau perkembangan situasi dengan Persija. Jika mereka memenuhi semua persyaratan, maka kita harus bersiap-siap untuk mencari alternatif lain," ujar Manajer Umum Java United, Yeyen Tumena.

Alternatif Kandang untuk Java United

Java United sendiri telah mempersiapkan beberapa skenario jika akhirnya harus meninggalkan GBK. Beberapa stadion yang menjadi kandidat untuk menjadi markas baru adalah Stadion Maguwoharjo di Yogyakarta dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

"Kedua stadion tersebut sudah pernah digunakan sebagai markas dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Kami yakin jika Java United harus pindah, kita bisa segera beradaptasi dengan kondisi di sana," tambah Yeyen.

Tanggapan PSSI dan Liga Indonesia Baru

Kasus yang menjerat Persija dan Java United ini menunjukkan masih banyaknya kendala dalam infrastruktur sepakbola Indonesia. PSSI bersama dengan operator Liga Indonesia Baru (LIB) telah berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini.

"Kami sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan semua tim memiliki markas yang layak. Infrastruktur adalah kunci utama untuk mengembangkan sepakbola di Indonesia," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.

Sementara itu, CEO LIB, Akhmad Hadian Lukita, menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan administratif bagi tim yang mengalami kesulitan. "Kami tidak ingin masalah administrasi mempengaruhi performa tim di lapangan. Oleh karena itu, kami akan membantu setiap klub untuk memenuhi persyarapan yang dibutuhkan," jelas Akhmad.

Kesimpulan

Kasus Persija dan Java United yang terancam pindah dari GBK menunjukkan perlunya penataan ulang dalam pengelolaan stadion di Indonesia. Dengan standar yang ketat dari pengelola GBK, klub-klub Liga 1 perlu meningkatkan profesionalisme dalam mengelola administrasi dan operasional klub.

Sementara itu, PSSI dan LIB perlu segera mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar klub-klub tidak terganggu oleh masalah infrastruktur. Dengan begitu, kompetisi Liga 1 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan yang terbaik untuk para pecinta sepakbola Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter