17, 2026
Teknologi

Penumpang Dievakuasi Usai Kapal Virgo Hilang di Laut Jawa Jadi 153 Orang

Tim gabungan evakuasi 153 penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang hilang di Laut Jawa. Proses evakuasi dipantau Menteri Perhubungan di Banjarmasin.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penumpang Dievakuasi Usai Kapal Virgo Hilang di Laut Jawa Jadi 153 Orang

Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Setelah Hilang di Laut Jawa

Sebanyak 153 penumpang kapal feri Virgo berhasil dievakuasi setelah kapal tersebut sempat hilang kontak di perairan Laut Jawa. Operasi pencarian dan evakuasi yang melibatkan berbagai pihak berhasil menemukan kapal dengan kondisi aman pada Rabu (15/11) malam. Semua penumpang dan awak kapal dinyatakan dalam keadaan sehat dan telah dibawa ke pelabuhan tujuan.

Kronologi Kehilangan Kontak

Kapal feri Virgo yang melayani rute Surabaya-Banyuwangi dilaporkan hilang kontak pada Selasa (14/11) siang. Menurut informasi dari Basarnas, kapal tersebut seharusnya tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada pukul 15.00 WIB, namun hingga waktu tersebut kapal tidak kunjung terlihat. Pihak berwenang langsung memulai operasi pencarian setelah menerima laporan tentang tidak kedatangan kapal di pelabuhan tujuan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel TNI AL, Basarnas, dan petugas dari Dinas Perhubungan segera diterjunkan ke area perkiraan hilangnya kontak kapal. Kapal patroli TNI AL KRI Singgalang-351 dan KRI Rigel-933 turut serta dalam operasi pencarian yang berpusat di perairan Laut Jawa sekitar 70 mil barat daya Pulau Bali.

Proses Pencarian dan Penemuan

Operasi pencarian berlangsung selama lebih dari 24 jam dengan berbagai kendala, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan tersebut. Tim SAR menggunakan sistem pemantauan satelit dan laporan dari kapal-kapal lain yang sedang berlayar di sekitar area pencarian.

"Kami melakukan pencarian secara intensif dengan mempertimbangkan arus laut dan kondisi cuaca yang sering berubah di Laut Jawa," ujar Kepala Basarnas Bambang Soelistyo dalam konferensi pers, Rabu malam.

Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan, akhirnya pada Rabu malam tim SAR berhasil mendeteksi sinyal darurat dari kapal Virgo. Kapal tersebut ditemukan dalam keadaan mengambang sekitar 50 mil dari titik terakhir diketahui kapal berada.

Evakuasi dan Penanganan Penumpang

Setelah berhasil menemukan kapal, tim SAR segera melakukan evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal. Proses evakuasi berjalan lancar tan ada korban jiwa atau luka serius. Semua penumpang dan awak kapal yang berjumlah 153 orang tersebut dinyatakan dalam keadaan sehat, meskipun mengalami kecemasan akibat kejadian ini.

Setelah dievakuasi, seluruh penumpang dan awak kapal langsung dibawa ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menggunakan kapal patroli TNI AL. Di pelabuhan, mereka mendapatkan penanganan medis dan bantuan psikososial untuk mengatasi trauma yang dialami.

Investigasi dan Tindakan Pencegahan

Pihak berwenang telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya kontak kapal Virgo. Awal penyelidikan menunjukkan bahwa gangguan pada sistem komunikasi kapal menjadi pemicu utama insiden ini. Tim investigasi akan memeriksa lebih lanjut kondisi teknis kapal dan prosedur operasional yang berlaku.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menginstruksikan pihak operator kapal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armadanya. Khususnya pada sistem komunikasi dan keselamatan navigasi untuk mencegah insiden serupa terulang.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan kelalaian dari pihak operator kapal. "Kami akan melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen operasional kapal Virgo. Jika ada kesalahan atau kelalaian, tindakan tegas akan diambil," tegasnya.

Respon Masyarakat dan Upaya Perbaikan Layanan

Insiden ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat yang sering menggunakan layanan kapal feri untuk menyeberang antar pulau. Banyak pihak meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap standar keselamatan transportasi laut.

Menanggapi hal ini, Kementerian Perhubungan mengumumkan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh rute pelayaran di Indonesia khususnya di wilayah yang rawan kondisi cuaca tidak menentu. "Kami akan memperketas pengawasan terhadap armada kapferi dan kapal penumpang lainnya. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan infrastruktur komunikasi maritim di wilayah Indonesia Timur guna memastikan komunikasi antar kapal dan dengan darat tetap terjaga dalam kondisi apapun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter