Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masuki Hari Ketiga
Operasi pencarian delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda telah memasuki hari ketiga. Tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian dan memanfaatkan berbagai alat deteksi untuk menemukan korban yang masih dalam keadaan hilang sejak Sabtu (15/7) lalu.
Kronologi Kehilangan
Korban hilang merupakan bagian dari rombongan yang sedang meliput kegiatan pelepasan penyu di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rombongan tersebut menggunakan kapal KM Bahari Nusantara untuk menuju lokasi pelepasan penyu yang berjarak sekitar 3 mil dari pantai. Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal yang membawa 12 orang tersebut dilaporkan mengalami masalah dan terbalik akibat ombak besar.
Dari 12 orang yang ada di kapal, empat orang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat dan tim SAR tiba di lokasi. Sementara itu, delapan orang lainnya masih dalam pencarian. Korban yang berhasil diselamatkan mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Kepala Basarnas Banten, Muhammad Arifin, menyatakan bahwa tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat terus melakukan upaya pencarian. "Kami sudah memperluas area pencarian hingga 20 mil dari titik kejadian. Selain itu, kami juga memanfaatkan alat deteksi seperti sonar dan drone untuk mempercepat proses pencarian," ujarnya.
Arifin menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Selat Sunda saat ini masih relatif baik meskipun terdapat gelombang yang cukup tinggi. "Kondisi cuaca saat ini memang masih baik, tetapi kami tetap waspada karena arus dan ombak di Selat Suna cukup tidak menentu. Kami berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat," tambahnya.
Korban yang Masih Hilang
Korban yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dari berbagai media dan tiga awak kapal. Lima jurnalis tersebut adalah Rahmat Hidayat (TV One), Irfan Mubarak (ANTV), Eko Surya (Kompas TV), Budi Santoso (Republika), dan Maya Anggraeni (Metro TV). Sementara itu, tiga awak kapal adalah kapten kapal, juru mesin, dan awam muda.
Kepala Redaksi TV One, Ahmad Zaki, mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa jurnalisnya. "Kami masih dalam keadainginan dan berdoa agar Rahmat beserta rekan-rekan yang lain segera ditemukan. Tim dari TV One juga sudah turun ke lokasi untuk membantu proses pencarian dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban," ujarnya.
Kondisi Keluarga Korban
Keluarga korban yang masih hilang berkumpul di pelabuhan Carita menunggu informasi terkini. Mereka tampak sangat cemas dan terlihat menangis saat mendengar kabar bahwa pencarian masih berlanjut.
Meski sudah memasuki hari ketiga, pencarian masih menghadapi berbagai tantangan. Kedalaman perairan di lokasi kejadian mencapai 50 meter, sehingga mempersulit tim SAR untuk melakukan penyelaman. Selain itu, arus yang cukup deras juga menjadi hambatan dalam proses pencarian.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kecelakaan kapal diduga disebabkan oleh ombak yang tiba-tiba besar sehingga membuat kapal terbalik. Kapal KM Bahari Nusantara sendiri merupakan kapal kecil yang digunakan untuk wisata dan peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Tim berharap dapat menemukan korban dalam keadaan selamat segera. Pemerintah setempat juga membuka posko darurat untuk membantu keluarga korban dan memberikan informasi terkini mengenai perkembangan pencarian.
Komentar (0)