Pencarian Hari Kedelapan Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Sisir Darat dan Laut
Operasi pencarian delapan orang jurnalis yang hilang di Selat Sunda memasuki hari kedelapan dengan intensitas tinggi. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran menyeluruh di darat dan laut dalam upaya menemukan para korban yang tercatat sebagai anggota media dari berbagai daerah.
Kepala Basarnas Budiawan menyatakan bahwa hingga hari ini, pencarian masih berlangsung secara maksimal. "Kami terus menggandakan upaya dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada baik dari pihak TNI/Polri, Basarnas, maupun nelayan setempat," ujar Budiawan dalam konferensi pers di lokasi pencarian.
Detail Korban dan Kondisi Terakhir
Delapan orang jurnalis yang hilang tersebut terdiri dari enam pria dan dua wanita. Mereka sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau ketapi dikabarkan hilang kontak pada Sabtu (19/1) lalu. Para korban adalah Anggara Rizki Nugroho (Metro TV), Arie Pratama Kusuma (Kompas TV), Rizki Aditya (detik.com), Yenni Nuryanti (Tribun Jabar), Budi Santoso (Republika), Haryanto (TV9), serta dua rekan wartawan dari Lampung yang belum diketahui identitas lengkapnya.
Menurut keterangan terakhir, korban terakhir kali terlihat berada di perairan Pulum Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan. Kapal yang mereka tumpangi diduga terkena gelombang tinggi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Tim SAR telah melakukan penyisiran di area sekitar Pulau Sebesi, Pulau Panjang, dan perairan Selat Sunda. Dua pesawat CN-295 dari TNI AU turut membantu proses pencarian dari udara, sementara delapan kapal patroli TNI AL dan kapal-kapal nelayan setempati melakukan pemindaian di permukaan laut.
Sejauh ini, pihak SAR belum menemukan jeuk apapun yang bisa dijadikan petunjuk keberadaan korban. Namun, Budiawan optimis korban masih dalam kondisi selamat. "Kondisi air di Selat Sunda relatif dangkal dan suhu airnya hangat, sehingga jika korban masih di permukaan, peluangnya untuk bertahan hidup masih besar," ujarnya.
Kondisi Cuaca dan tantangan Pencarian
Proses pencarian terus menghadapi tantangan, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Pada beberapa hari terakhir, Selat Sunda sering diguyur hujan disertai angin kencang yang membuat gelombang tinggi.
"Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Namun kami tidak akan menghentikan operasi hingga korban ditemukan," kata Juru Bicara Basarnas Yusuf Latief.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate telah memerintahkan seluruh media untuk memberikan dukungan dalam pencarian rekan-rekan jurnalis tersebut. "Kami berharap agar semua pihak dapat membantu proses pencarian baik secara materiil maupun nonmateriil," ujar Johnny.
Respons Pihak Terkait
Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh unit yang ada untuk mendukung operasi pencarian. "Polri turut serta dalam operasi ini dengan mengirimkan tim penyelam dan unit kapal cepat," kata Tito.
Sementara itu, Gubernur Lampung Surya Paloh meminta agar masyarakat setempat dapat membantu menyampaikan informasi apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan di sekitar perairan. "Masyarakat sekitar pantai diminta untuk waspada dan segera melapor jika menemukan barang-barang yang diduga milik korban," ujarnya.
Keluarga korban yang masih menunggu di lokasi pencarian terus diberikan dukungan psikologis oleh tim dari Dinas Sosial setempat. "Kami memahami kondisi mereka yang sangat menyakitkan. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Kepala Dinas Sosial Lampung.
Operasi pencarian yang dimulai pada 19 Januari lalu akan terus berlanjut hingga para korban berhasil ditemukan. Basarnas menegaskan bahwa tidak akan ada jadwal pasti berakhirnya operasi ini karena prioritas utama adalah keselamatan para jurnalis yang hilang.
Komentar (0)