17, 2026
Nasional

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak, Tim SAR Sisir Radius Terdekat dari Anak Krakatau

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa434af9c119-kepala-kantor-sar-banten-al-amrad-tengah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak, Tim SAR Sisir Radius Terdekat dari Anak Krakatau

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten masih terus melakukan evakuasi pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan liputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim SAR telah menyisir radius terdekat dari gunung berapi tersebut dalam upaya menemukan keberadaan para jurnalis yang terdiri dari empat pria dan satu wanita.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad Tengah, mengatakan bahwa tim SAR telah meluncurkan operasi pencarian sejak diterimanya laporan hilang kontak. "Kami m laporan bahwa ada lima jurnalis yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau namun tidak kembali seperti yang dijadwalkan. Tim SAR kami sudah diterjunkan sejak kemarin dan masih terus melakukan pencarian," ujarnya.

Kronologi Hilangnya Para Jurnalis

Para jurnalis yang hilang kontak dilaporkan terakhir kali terlihat saat berada di area pantai Anyer, Banten, Sabtu (11/9) pagi. Mereka berniat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan aktivitas meningkat.

Para jurnalis tersebut rencananya akan melakukan liputan selama satu hari penuh dan dijadwalkan kembali ke pelabuhan Anyer sekitar pukul 17.00 WIB. Namun hingga malam hari, mereka tidak juga kembali dan telepon genggam mereka juga tidak bisa dihubungi.

Upaya Pencarian yang Dilakukan

Tim SAR Banten yang terdiri dari personel Basarnas, Polri, TNI, serta nelayan setempat telah melakukan penyisiran di area perairan sekitar Pulau Sumurau dan Gunung Anak Krakatau. "Kami menggunakan beberapa kapal patroli untuk menyisir area laut dan beberapa tim darat untuk memeriksa area pesisir," tambah Al Amrad.

Selain itu, tim SAR juga memanfaatkan drone untuk melakukan pemetaan area dari atas udara guna mempercepat proses pencarian. "Kami juga meminta bantuan kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu menyisir area yang lebih luas," ujarnya.

Kondisi cuaca di sekitar Anak Krakatau saat ini dikatakan masih memungkinkan untuk dilakukan operasi pencarian. Meski demikian, tim SAR tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang tinggi yang bisa timbul kapan saja.

Kondisi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda ini dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 15 kali gempa tektonik, 231 kali gempa vulkanik dangkal, dan 5 kali guguran pada Sabtu (11/9).

"Aktivitas Anak Krakatau memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Namun statusnya masih pada level II (Waspada). Kami masih mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan.

Kemungkinan Terjadinya Musibah

Berdasarkan laporan dari nelayan setempat, ada kemungkinan para jurnalis terkena gelombak tinggi akibat aktivitas vulkanik Anak Krakatau. "Beberapa nelayan melaporkan melihat guguran material vulkanik dari puncak Anak Krakatau pada siang hari. Ini bisa menyebabkan gelombang tinggi secara tiba-tiba," jelas Al Amrad.

Sementara itu, keluarga korban yang menunggu di pelabuhan Anyer sudah mulai panik. "Kami sudah berusaha menghubungi mereka tapi tidak ada jawaban. Kami hanya bisa berdoa dan menunggu hasil pencarian," ucap salah satu kerabat korban.

Tim SAR berjanji akan terus melakukan pencarian hingga ke lima jurnalis ditemukan. "Kami akan terus berusaha dengan maksimal untuk menemukan mereka. Semoga mereka dalam keadaan selamat," pungkas Al Amrad.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter