17, 2026
Teknologi

OTT di BPN Kabupaten Bogor, KPK Sita 20 Koper Uang Ratusan Miliar

KPK melakukan OTT di Kantor BPN Kabupaten Bogor, mengamankan 17 orang dan uang tunai serta valas senilai ratusan miliar rupiah.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

OTT di BPN Kabupaten Bogor, KPK Sita 20 Koper Uang Ratusan Miliar

OTT di BPN Kabupaten Bogor, KPK Sita 20 Koper Uang Ratusan Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/3/2023). Dalam operasi ini, tim penegak hukum berhasil menyita sejumlah uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Uang tersebut ditemukan dalam 20 koper yang disita oleh penyidik KPK dari lokasi yang menjadi sasaran OTT.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa operasi ini dilakukan setelah penyidik KPK mendapat laporan adanya praktik korupsi dalam penerbitan sertifikat tanah di wilayah Kabupaten Bogor. Sumber di KPK mengatakan bahwa jumlah uang yang disita tersebut merupakan hasil dari berbagai transaksi curang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Uang dalam koper-koper itu diduga merupakan suap yang diterima oleh sejumlah pejabat di BPN Kabupaten Bogor.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers menyatakan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya komisi dalam memberantas praktik korupsi di sektor pertanahan yang sering menjadi sumber konflik dan merugikan negara. "Sektor pertanahan sering menjadi sumber konflik dan korupsi. KPK akan terus bergerak tegas untuk membersihkan praktik-praktik curang di sektor ini," ujar Firli.

Detail Penyitaan dan Penangkapan

Menurut keterangan resmi KPK, selain menyita 20 koper berisi uang tunai, tim juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, termasuk dokumen penting yang diduga terkait dengan praktik korupsi tersebut. Beberapa pejabat di BPN Kabupaten Bogor telah ditangkap dalam operasi ini, meskipun identitas mereka belum diumumkan secara resmi oleh pihak KPK.

Sumber di KPK mengungkapkan bahwa uang yang disita itu berada dalam berbagai denominasi uang kertas, mulai dari pecahan kecil hingga besar. "Kami menemukan uang dalam berbagai pecahan, termasuk yang cukup besar. Jumlah totalnya masih dalam proses penghitungan oleh tim," kata sumber tersebut.

Latar Belakang Operasi

Operasi ini dilakukan setelah KPK menerima laporan masyarakat yang menyebutkan adanya praktik jual beli sertifikat tanah di BPN Kabupaten Bogor. Laporan tersebut didukung dengan bukti-bukti awal yang menunjukkan adanya aliran dugaan suap yang signifikan. "Kami melakukan penyelidikan selama beberapa bulan dan akhirnya memutuskan untuk melakukan OTT setelah kami memiliki cukup bukti," jelas seorang penyidik KPK yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sektor pertanahan memang sering menjadi sorotan KPK karena tingkat korupsi yang dianggap tinggi di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, KPK telah menangani berbagai kasus korupsi di bidang pertanahan yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Reaksi Pihak Terkait

Pihak BPN Pusat mengaku mengetahui adanya operasi yang dilakukan KPK di Kantor BPN Kabupaten Bogor. Kepala BPN Nasional, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa pihaknya akan sepenuhnya mendukung proses hukum yang sedang berlangsung. "Kami menegaskan komitmen BPN dalam memberantas praktik korupsi. Semua karyawan BPN yang terlibat dalam praktik curang akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyatakan akan bekerja sama penuh dengan KPK dalam penanganan kasus ini. "Kami akan memberikan dukungan penuh dalam penyelidikan dan akan mengambil tindakan tegas terhadap aparatur sipil negara yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi," kata sepejabat dari Pemkab Bogor.

Dampak dan Tindakan Selanjutnya

Operasi ini diperkirakan akan memiliki dampak signifikan terhadap praktik korupsi di sektor pertanahan di Kabupaten Bogor. KPK berencana untuk memperluas penyelidikan ke daerah-daerah lain yang diduga memiliki praktik serupa. "Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus menggali lebih dalam untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas," tegas Firli Bahuri.

Penyidik KPK akan terus memproses barang bukti yang telah disita dan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. Proses hukum yang dilakukan KPK diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi dan mencegah praktik serupa terulang di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter