17, 2026
Teknologi

Asia Siaga Perang, Korut Mendadak Luncurkan Roket-Rudal Balistik

Korea Utara (Korut) memamerkan kekuatan militernya melalui latihan serangan dengan artileri dan rudal. Latihan ini melibatkan berbagai sistem persenjataan baru.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Asia Siaga Perang, Korut Mendadak Luncurkan Roket-Rudal Balistik

Asia Siaga Perang, Korut Mendadak Luncurkan Roket-Rudal Balistik

Korea Utara meluncurkan sejumlah roket rudal balistik dalam sebuah latihan militer yang dilakukan secara mendadak, menambah ketegangan di kawasan Asia Timur yang sudah rawan konflik. Peluncuran ini dilakukan pada dini hari hari ini dan langsung memicu reaksi keras dari negara-negara tetangga, terutama Korea Selatan dan Jepang.

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Korut menembakkan setidaknya tiga rudal balistik jarak pendek dari wilayah timur laut negara tersebut. Rudal-rudal itu diperkirakan terbang sejauh sekitar 200 kilometer dan mendarat di perairan Laut Jepang, juga dikenal sebagai Laut Timur. Peluncuran ini terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan menyelesaikan latihan militer bersama yang dianggap provokatif oleh Pyongyang.

Reaksi Internasional

Korea Selatan dengan cepat mengutuk tindakan Korut, menyebutnya sebagai "pelanggaran yang serius" terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan ancaman langsung terhadap keamanan regional. "Kami mengecam keras peluncuran rudal Korea Utara yang dilakukan tanpa pertimbangan apa pun," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Jenderal Kim Seung-kyung dalam sebuah konferensi pers.

Di Tokyo, Pemerintah Jepang juga mengecap keras peluncuran rudal tersebut. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengadakan rapat darurat dewan keamanan nasional untuk mengevaluasi situasi. "Tindakan Korea Utara sangat tidak dapat diterima dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Kishida, menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk menanggapi situasi ini.

Amerika Serikat juga menyatakan kecamannya secara tegas. Se juru bicara Pentagon mengatakan bahwa Washington sedang memantau situasi secara dekat dan akan terus bekerja sama dengan sekutu untuk menjamin keamanan di kawasan. "Kami mengutuk keras uji coba rudal Korea Utara yang merupakan ancaman bagi stabilitas di kawasan dan internasional," ucap juru bicara tersebut.

Latar Belakang dan Dampak

Peluncuran rudal terbaru ini terjadi dalam konteks hubungan yang sudah sangat tegang antara Korut dan AS beserta sekutunya. Korea Utara secara rutin meluncurkan rudal dan melakukan uji coba nuklir, menegaskan haknya untuk mengembangkan program pertahanan diri. Namun, komunitas internasional secara luas menganggap program rudal nuklir Korut sebagai ancaman serius bagi stabilitas global.

Para analis mengatakan bahwa peluncuran terbaru ini mungkin merupakan respons terhadap latihan militer AS-Korsel yang baru saja berakhir. Latihan tersebut melibatkan pesawat tempat canggih dan kapal perang, yang dinilai Pyongyang sebagai persiapan untuk invasi ke Korea Utara.

"Korea Utara sering menggunakan uji coba rudal sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan militernya dan menekan negara-negara lain dalam perundingan," kata Lee Sung-woo, analis keamanan di Seoul. "Dalam situasi politik saat ini, dengan AS fokus pada Ukraina, Pyongyang mungkin merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kekuatannya."

Ketegangan Regional Meningkat

Situasi di Semenanjung Korea telah menjadi salah satu titik panas global. Dengan Korea Utara terus mengembangkan program senjata pemusnah massal dan peluncuran rudal semakin sering, ketegangan di kawasan terus meningkat. Negara-negara seperti China dan Rusia secara terbuka menyerukan de-eskalasi, sementara AS dan sekutunya menekankan perlunya tekanan maksimum terhadap Pyongyang.

Peluncuran terbaru ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang potensi konflik yang tidak disengaja. Para pejabat militer dari berbagai negara telah mengakui bahwa frekuensi tinggi dari latihan militer dan uji coba rudal meningkatkan risiko kesalahan perhitungan yang dapat memicu konflik yang lebih besar.

Saat ini, komunitas internasional sedang memantau perkembangan dengan cermat. Para diplomat dari PBB dan negara-negara besar sedang berkoordinasi untuk merespons situasi ini, meskipun belum ada tindakan konkret yang diumumkan.

Dalam pernyataan resminya, Korea Utara belum mengomentari peluncuran rudal terbaru ini, namun sebelumnya selalu menyebarkan uji coba militer sebagai hak asasi negara untuk membangun pertahanan diri dalam menghadapi ancaman eksternal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter