24, 2026 ID
Nusa Tenggara Barat

NTB Siapkan Empat Destinasi Budaya Alternatif Jelang MotoGP Mandalika

Kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong pemerintah daerah bergerak cepat. Tak hanya menangani dampak bagi warga, Pemprov NTB bersama Pemkab Lo

NTB Siapkan Empat Destinasi Budaya Alternatif Jelang MotoGP Mandalika

Kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong pemerintah daerah bergerak cepat. Tak hanya menangani dampak bagi warga, Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah juga menyiapkan empat destinasi budaya alternatif menyambut perhelatan MotoGP Mandalika yang diprediksi mendatangkan ribuan wisatawan mancanegara.

Langkah itu dinilai penting karena kawasan Sade selama ini dikenal sebagai desa tradisional Suku Sasak yang menjadi daya tarik utama wisata budaya di kawasan Mandalika. Rumah-rumah beratap alang-alang dan keseharian warga yang masih mempertahankan adat menjadi suguhan khas bagi pengunjung. Kebakaran yang terjadi tidak melumpuhkan sektor pariwisata, tetapi menjadi pengingat perlunya skenario cadangan agar kunjungan wisatawan tetap berjalan lancar.

Empat Destinasi Pengganti Siap Tampung Wisatawan

Empat destinasi budaya alternatif yang disiapkan dinilai memiliki karakter yang hampir sama dengan Desa Sade, yakni menampilkan kehidupan asli masyarakat Sasak, rumah adat, serta kerajinan tenun dan anyaman. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dari kawasan Mandalika agar wisatawan tetap nyaman berwisata di sela jadwal balapan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan perbaikan fasilitas pendukung seperti akses jalan, lahan parkir, pusat informasi, serta toilet umum di lokasi-lokasi tersebut. Pemandu wisata lokal akan ditambah dan diberi pelatihan singkat, termasuk kemampuan bahasa asing, untuk menjaga kualitas layanan selama gelaran MotoGP berlangsung. Promosi destinasi alternatif juga digencarkan melalui media sosial dan papan informasi di kawasan Mandalika.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar empat destinasi tersebut juga disiapkan untuk membuka lapak produk khas Lombok, seperti kain tenun, gerabah, dan kuliner tradisional. Dengan begitu, manfaat ekonomi perhelatan MotoGP tidak hanya dirasakan kawasan Mandalika, tetapi menyebar ke desa-desa penyangga wisata budaya.

Bagi masyarakat NTB, kesiapan ini dinilai penting untuk menjaga citra pariwisata daerah di mata dunia. Perhelatan MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap, tetapi juga panggung promosi budaya dan ekonomi lokal yang ditonton jutaan pasang mata. Dengan adanya alternatif destinasi, wisatawan yang datang lebih awal atau menetap lebih lama tetap memiliki agenda wisata yang menarik tanpa harus mengganggu proses pemulihan Desa Sade.

Sementara itu, pemulihan Desa Adat Sade terus dilakukan. Pemerintah memastikan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak segera disalurkan, dan pembangunan kembali mengikuti ketentuan pelestarian budaya agar keaslian desa adat tetap terjaga. Harapannya, Sade kembali pulih dan tetap menjadi ikon budaya Lombok di masa mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag