24, 2026 ID
DI Yogyakarta

Naik Andong Keliling Malioboro, Ikon Wisata Tradisional Jogja

Para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kini makin dimanjakan dengan pengalaman naik andong keliling kawasan Malioboro. Transportasi tradisional bertenaga kuda ini menjadi pilihan favorit pelancong yang ingin menikmati suasana khas Kot

Naik Andong Keliling Malioboro, Ikon Wisata Tradisional Jogja

Para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kini makin dimanjakan dengan pengalaman naik andong keliling kawasan Malioboro. Transportasi tradisional bertenaga kuda ini menjadi pilihan favorit pelancong yang ingin menikmati suasana khas Kota Gudeg sekaligus menyaksikan keramaian ikon wisata DIY dari sisi berbeda.

Andong, kereta kuda khas Jawa yang telah ada sejak zaman kolonial, masih bertahan menjadi bagian dari denyut kehidupan Malioboro. Setiap sore hingga malam, deretan andong terparkir rapi di sepanjang jalan, menunggu penumpang yang ingin berkeliling. Para kusir dengan ramah menawarkan jasanya, siap mengantarkan wisatawan menyusuri kawasan Malioboro hingga titik-titik ikonik seperti Keraton Yogyakarta, Tugu Pal Putih, dan Pasar Beringharjo.

Tarif dan Pengalaman Naik Andong

Tarif sewa andong umumnya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu untuk satu kali perjalanan keliling, tergantung jarak, durasi, dan kesepakatan dengan kusir. Satu putaran biasanya memakan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam. Wisatawan disarankan menegosiasikan harga terlebih dahulu sebelum naik agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Bagi warga Jogja sendiri, andong bukan sekadar wahana wisata. Kendaraan ini merupakan bagian dari sejarah dan identitas budaya Kota Yogyakarta. Kehadiran andong di Malioboro menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak menghilangkan tradisi, justru keduanya berjalan beriringan. Generasi muda pun kerap memanfaatkan andong untuk berbagai kegiatan, mulai dari menyambut tamu hingga wisata kuliner malam di kawasan Malioboro.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama paguyuban kusir andong terus melakukan pembinaan agar pelayanan kepada wisatawan tetap prima. Pembinaan itu mencakup pengaturan rute, keselamatan penumpang, hingga kesehatan dan kesejahteraan kuda penarik andong. Langkah ini diambil agar keberadaan andong sebagai aset budaya tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Waktu terbaik untuk naik andong adalah sore hingga malam hari, ketika suasana Malioboro mulai hidup. Lampu pedagang mulai menyala, alunan musik jalanan terdengar, dan derap kaki kuda menciptakan irama khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Momen ini juga menjadi favorit wisatawan untuk berfoto, terutama di kawasan Tugu Pal Putih yang ikonik saat malam hari.

Bagi wisatawan yang berencana berlibur ke Yogyakarta, naik andong keliling Malioboro layak menjadi agenda wajib. Selain mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan, wisatawan juga turut mendukung pelestarian transportasi tradisional yang menjadi kebanggaan warga Jogja.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag