Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menggulirkan program Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Goes to School sebagai upaya menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda sejak dini. Program ini menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan di Kota Yogyakarta untuk diajak menjadi agen kerukunan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menegaskan bahwa pendidikan kerukunan tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, melainkan harus diwujudkan lewat interaksi nyata antarpelajar dari latar belakang agama yang berbeda. Melalui FKUB Goes to School, para pelajar diajak berdialog, saling mengenal tradisi keagamaan, serta bersama-sama menjaga suasana damai di lingkungan sekolah.
Program ini dinilai relevan dengan kondisi Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan tingkat keberagaman agama yang tinggi. Pelajar di Yogyakarta datang dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang beragam, sehingga sekolah menjadi laboratorium hidup bagi praktik kerukunan. Kemenag Kota Yogyakarta berharap semangat toleransi yang tumbuh di bangku sekolah dapat terus terbawa hingga pelajar dewasa dan kelak menjadi pemimpin yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Menyemai Toleransi Sejak Bangku Sekolah
Kegiatan FKUB Goes to School dirancang dalam bentuk kunjungan langsung anggota FKUB ke sekolah-sekolah. Dalam kunjungan itu, pelajar diajak mengikuti dialog interaktif, diskusi tentang keberagaman, hingga kegiatan bersama lintas iman. Pendekatan yang santai dan partisipatif diharapkan membuat pesan kerukunan lebih mudah diterima oleh kalangan remaja.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, program ini juga menjadi sarana mencegah potensi intoleransi di kalangan pelajar. Dengan memahami perbedaan sebagai kekayaan bersama, pelajar diharapkan mampu menolak segala bentuk ujaran kebencian dan perundungan yang bernuansa agama, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Melalui pemahaman ini, iklim sekolah yang inklusif diharapkan semakin kuat.
Kemenag Kota Yogyakarta juga menggandeng sekolah serta pemangku kepentingan pendidikan agar program ini berjalan berkelanjutan. Dukungan para guru dan orang tua dinilai penting untuk memperkuat nilai-nilai kerukunan yang telah ditanamkan melalui kegiatan ini. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran juga didorong membentuk program pembiasaan toleransi, seperti perayaan hari besar keagamaan bersama dan kegiatan sosial lintas agama.
Ke depan, FKUB Goes to School akan dijadwalkan menyasar lebih banyak sekolah di Kota Yogyakarta. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang ramah terhadap keberagaman, sekaligus menjadi contoh kerukunan bagi daerah lain di Indonesia.
Komentar (0)