17, 2026
Teknologi

Naas! Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Gegara Tenggelam di Sungai Komering Sumsel

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/14/6aa77859d30c5-tim-sar-temukan-bocah-tenggelam-di-sungai-komering-sumsel_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Naas! Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Gegara Tenggelam di Sungai Komering Sumsel

Sebuah tragedi memilukan kembali melanda warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan. Seorang bocah berusia 10 tahun ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah tenggelam di Sungai Komering. Korban diketahui bernafiliasi dengan warga setempat dan tenggelam saat bermain di tepi sungai.

Kronologi Kehilangan dan Penemuan Mayat

Menurut keterangan Kepala Basarnas OKU, Sopian, korban bernama Rizki Pratama adalah seorang siswa SD kelas IV di salah satu sekolah di Kecamatan Peninjauan. Korban dilaporkan hilang pada Rabu (13/9) sekitar pukul 14.00 WIB oleh keluarganya setelah tidak pulang saat waktu maghrib tiba.

"Korban bermain bersama teman-temannya di tepi Sungai Komering yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya. Namun saat waktu bermain usai, korban tidak pulang seperti biasanya," ujar Sopian saat dikonfirmasi, Kamis (14/9) malam.

Setelah dilakukan pencarian oleh keluarga dan warga sekitar, korban tidak ditemukan hingga tengah malam. Pihak keluarga kemudian melapor kepada aparat kepolisian setempat untuk meminta bantuan dalam proses pencarian.

Pencarian secara intensif pun dilakukan oleh gabungan tim dari Basarnas, SAR Polri, BPBD, serta warga setempat. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran Sungai Komering yang dianggap berbahaya karena arusnya yang deras dan kedalaman yang tidak merata.

Tim SAR Temukan Korban Tenggelam

Setelah dilakukan pencarian selama sekitar 10 jam, akhirnya pada Kamis (14/9) sekitar pukul 00.30 WIB, jasad korban berhasil ditemukan oleh tim SAR. Jasad korban ditemukan terbawa arus sungai sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Menurutnya, kondisi sungai saat kejadian diketahui sedang deras karena hujan yang mengguyur sejak siang hari. Hal ini membuat arus sungai menjadi lebih kuat dan berbahaya bagi anak-anak yang bermain di tepi sungai.

Keluarga dan Warga Berduka

Kehilangan Rizki Pratama diterima dengan sangat sedih oleh keluarga dan warga setempat. Ayah korban, Ahmad Sobri (35) tidak bisa menahan tangis saat melihat mayat anaknya yang sudah tidak bernyawa.

Warga setempat pun berduka atas kejangan yang menimpa keluarga Rizki. Banyak warga yang ikut membantu dalam proses pencarian dan evakuasi mayat korban.

Imbauan Kepada Orang Tua dan Warga

Tragedi ini kembali mengingatkan bahaya yang ada di sekitar perairan, terutama bagi anak-anak. Kepala BPBD OKU, Hendra Putra, mengimbau kepada orang tua untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka.

Sementara itu, Kepala Polres OKU, AKBP Eko Prihanto memerintahkan jajaran untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian ini. Meski diduga hanya kecelakaan, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada unsur kesalahan lain.

Tragedi tenggelam di Sungai Komering bukanlah kali pertama terjadi. Pada tahun lalu, tercatat ada lima kasus serupa yang menewaskan empat anak dan satu dewasa. Hal ini menunjukkan perlunya kesaduan bersama dalam menjaga keselamatan anak-anak di sekitar perairan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter