17, 2026
Teknologi

Menko Yusril Bantah Tulis Buku 'Islam Ala Prabowo': Hanya Diwawancarai

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/10/20/68f5f1231d3a0-menkum-ham-imipas-yusril-ihza-mahendra_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Menko Yusril Bantah Tulis Buku 'Islam Ala Prabowo': Hanya Diwawancarai

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Yusril Ihza Mahendra membantah keras pihak yang menyebutnya sebagai penulis buku berjudul "Islam Ala Prabowo". Menurutnya, ia hanya diwawancarai sebagai narasumber dalam penyusunan buku tersebut tanpa terlibat langsung dalam penulisan.

Yusril menjelaskan bahwa peranannya dalam terbitnya buku tersebut hanya sebagai narasumber yang memberikan pandangan dan perspektif terkait pemahaman Islam menurut pandangan Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan atau kontrak untuk menuliskan buku atas nama Prabowo.

"Saya hanya diwawancarai sebagai narasumber. Tidak ada hubungannya dengan saya menulis buku untuk Prabowo," tegas Yusril dalam konferensi pers yang diadakan di kantornya, Senin (20/10/2025).

Klarifikasi dari Menteri Koordinator

Dalam klarifikasinya, Yusril mengungkapkan bahwa dirinya mendapat panggilan dari tim penulis buku tersebut untuk memberikan wawancara seputar pemahaman Islam yang dikembangkan oleh Prabowo. Ia menjelaskan bahwa wawancara tersebut dilakukan secara formal dan direkam untuk dijadikan referensi dalam penulisan buku.

"Saya menerima permintaan wawancara karena dianggap memiliki pemahaman tentang pandangan Prabowo mengenai Islam. Namun, itu hanya sekadar wawancara, bukan kolaborasi penulisan," jelasnya.

Yusril juga menyebutkan bahwa buku tersebut merupakan hasil karya independen dari tim penulis yang menyatakan bahwa isinya berdasarkan pemahaman mereka terkait Islam menurut sudut pandang Prabowo. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses editing, penyelesaian, atau publikasi akhir buku tersebut.

Reaksi dari Publik

Pernyataan Yusril ini muncul setelah beredar informasi di media sosial dan beberapa outlet media yang menyebutkan buku "Islam Ala Prabowo" ditulis oleh Yusril Ihza Mahendra. Informasi tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari yang mendukung hingga yang menyoroti aspek hukum dan etika terkait penerbitan buku tersebut.

Beberapa pihak menilai bahwa penjelasan Yusril sudah cukup jelas dan mengakhiri spekulasi yang beredar. Sebaliknya, ada juga pihak yang tetap menginginkan klarifikasi lebih lanjut dari Prabowo Subianto sendiri mengenai buku yang menyebutkan namanya tersebut.

"Kami menghormati penjelasan Bapak Yusril Ihza Mahendra. Namun, kami berharap ada klarifikasi juga dari Prabowo Subianto sebagai tokoh yang menjadi subjek utama dalam buku tersebut," ujar salah seorang aktivis masyarakat yang memantau perkembangan isu ini.

Tanggapan dari Tim Penulis Buku

Tim penulis buku "Islam Ala Prabowo" mengaku telah melakukan wawancara mendalam dengan Yusril Ihza Mahendra sebagai salah satu narasumber utama. Mereka menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kajian independen berdasarkan berbagai sumber, termasuk wawancara dengan figur-figur publik yang dianggap memiliki pemahaman tentang pandangan Prabowo.

"Kami melakukan riset secara komprehensif untuk memahami Islam menurut perspektif Prabowo. Bapak Yusril adalah salah satu narasumber yang memberikan kontribusi penting dalam proses ini," kata ketua tim penulis yang enggan disebutkan namanya.

Tim penulis juga menegaskan bahwa buku tersebut tidak dimaksudkan untuk mewakili pandangan resmi dari Prabowo Subianto, melainkan sebagai upaya untuk merumuskan pemahaman masyarakat tentang Islam menurut sudut pandang yang dikembangkan oleh Prabowo sepanjang karirnya.

Potensi Dampak Politik

Penerbitan buku ini berpotensi menjadi isu sensitif di tengah dinamika politik Indonesia. Prabowo Subianto, yang merupakan tokoh politik dengan basis pendukung yang signifikan, seringkali menjadi subjek perdebatan mengenai pandangan ideologisnya, termasuk soal agama.

Beberapa analis politik menyatakan bahwa buku ini bisa menjadi bahan untuk memahami lebih jelas pandangan Prabowo soal Islam, yang selama ini sering menjadi perdebatan. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa buku ini bisa disalahartikan atau digunakan sebagai alat untuk memengaruhi persepsi publik.

"Dalam konteks politik Indonesia, isu agama selalu menjadi hal sensitif. Buku ini bisa menjadi referensi penting, namun juga berisiko disalahartikan jika tidak dikelola dengan baik," ujar seorang analis politik dari sebuah lembaga riset.

Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra mengajak masyarakat untuk membaca buku tersebut dengan objektif dan kritis, tanpa terlalu terbawa oleh interpretasi pihak-pihak tertentu. Ia menegaskan kembali bahwa perannya hanya sebagai narasumber dan tidak memiliki kepentingan politik dalam penerbitan buku tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter