17, 2026
Nasional

KPK Duga Istri Bupati Pemalang Punya Peran Penting dalam Kasus Pemerasan

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KPK Duga Istri Bupati Pemalang Terlibat dalam Kasus Pemerasan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan keterlibatan istri Bupati Pemalang, Hj. Siti Qomariyah, dalam kasus pemerasan yang menyeret nama sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Dalam pengungkapan ini, KPK menyatakan bahwa istri bupati diduga memegang peran penting dalam aksi pemerasan yang terjadi di lingkungan pemerintahan daerah tersebut.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (15/3) mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti teknis, istri bupati diduga memiliki peran kunci dalam memfasilitasi aliran dana hasil pemerasan. "Berdasarkan bukti yang kami kumpulkan, istri bupati diduga menjadi penengah dalam beberapa transaksi yang mencurigakan terkait izin dan perizinan di Pemkab Pemalang," ujar Firli.

Modus Operandi Penyerahan Uang

Menurut KPK, modus operandi yang digunakan dalam kasus ini cukup terstruktur. Istri bupati diduga sering menjadi perantara dalam penyerahan uang dari pengusaha kepada pejabat setempat. Uang tersebut diserukan dalam berbagai bentuk, mulai dari "operasional" hingga "sumbangan" untuk kegiatan tertentu di pemerintahan daerah.

"Dari beberapa saksi, kami mengetahui bahwa ada beberapa transaksi yang dilakukan secara bertahap. Uang tersebut diserahkan kepada istri bupati, kemudian disalurkan kepada pejabat terkait. Proses ini berjalan secara teratur dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama," jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangannya.

Pemeriksaan Beberapa Saksi

Sejauh ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini, termasuk sejumlah pengusaha dan pejabat di Pemkab Pemalang. Salah seorang saksi yang diperiksa mengungkapkan adanya tekanan untuk memberikan "dana tambahan" agar proses perizinan berjalan lancar.

"Saya merasa tidak nyaman karena dalam proses perizinan usahaku, ada pihak yang menyampaikan bahwa perlu memberikan 'dana tambahan' agar prosesnya lebih cepat. Uang tersebut diserahkan kepada orang dekat bupati," kata saksi yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Reaksi Pihak Terkait

Sejauh ini, Bupati Pemalang yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang diajukan KPK. Namun, melalui kuasa hukumnya, bupati membantai keras tuduhan yang dilontarkan KPK. "Klien kami tidak terlibat dalam kasus ini. Semua tuduhan yang ada tidak beralasan kuat dan hanyalah omong kosong," kata kuasa hukum bupati, Ahmad Yani.

Sementara itu, istri bupati yang bersangkutan juga belum dapat dikonfirmasi keberadaannya. Beberapa warga mengaku melihatnya beraktivitas normal di beberapa tempat di Pemalang, namun tidak ada pernyataan resmi dari pihaknya terkait kasus yang menjerat suaminya ini.

Tindakan KPK Selanjutnya

KPK menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini dengan memeriksa lebih banyak saksi dan mengumpulkan bukti-bukti teknis lainnya. "Kami akan melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap seluruh jaringan dalam kasus ini. Tidak akan ada yang akan kami lewati dalam penyelidikan ini," tegas Firli Bahuri.

KPK juga sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Pemalang dan Jakarta untuk mencari bukti-bukti tambahan yang mendukung dugaan korupsi ini. Beberapa dokumen dan barang bukti sudah diamankan oleh penyidik dalam penggeledahan tersebut.

Dampak Politik dan Administrasi

Kasus ini tentu akan memberikan dampak signifikan bagi administrasi pemerintahan di Kabupaten Pemalang. Dengan dugaan keterlibatan istri pejabat tertinggi di daerah ini, citra pemerintahan daerah yang selama ini dibangun menjadi goyah.

"Pemerintah daerah harus menjaga citra dan integritas dalam menjalankan roda pemerintahan. Kasus ini tentu akan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang diambil," kata seorang akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang memantau perkembangan kasus ini.

Saat ini, KPK masih dalam tahap penyelidikan dan belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini. Penyidik berencana akan meminta keterangan lebih lanjut kepada sejumlah pejabat lainnya yang diduga terkait dengan jaringan pemerasan di Pemkab Pemalang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter