Pelatih FC Seoul Komentari Performa Tim Setelah Dibantai Persib
Seoul - Pelatih FC Seoul, Kim Do-keun, memberikan komentar tajam mengenai performa timnya setelah mengalami kekalahan telak 0-4 dari Persib Bandung dalam lanjutan Liga Champions Asia (ACL) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/5/2024). Kekalahan ini memicu kritik keras dari pelatih asal Korea Selatan tersebut yang menyebut performa beberapa pemainnya di bawah standar bahkan dinilai seperti pemain sekolah menengah atas (SMA).
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Kim Do-keun tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan persiapan yang memadai sebelum menghadapi Persib Bandung. Performa buruk yang ditunjukkan para pemainnya membuatnya harus menyampaikan kritikan keras demi meningkatkan kualitas tim.
"Saya melihat beberapa pemain yang tampil hari ini bahkan standarnya seperti pemain SMA. Mereka tidak menunjukkan profesionalitas yang seharusnya dimiliki seorang atlet profesional," tegas Kim Do-keun dikutip dari laman resmi AFC.
Kekecewaan pelatih yang baru mengambil alih FC Seoul pada awal musim ini semakin memuncak dengan performa tim yang konsisten menurun. Sebelum dihantam Persib, FC Seoul sudah menelan kekalahan 1-2 dari Pohang Steelers di K League 1. Dalam dua laga terakhir, tim ini tidak meraih satu poin pun.
Menurut Kim Do-keun, masalah utama yang dihadapi FC Seoul bukan hanya dari segi teknis, tetapi lebih pada mental dan profesionalisme para pemain. Ia menilai bahwa para pemainnya kurang memiliki disiplin dan komitmen untuk memperbaiki performa.
"Kita tidak bisa meminta hasil baik jika mental dan profesionalitas tidak memadai. Saya butuh pemain yang mau bekerja keras, menunjukkan dedikasi, dan memiliki jiwa juara. Saat ini, saya melihat hal yang berbeda," ujarnya.
Kritikan Terhadap Struktur Tim
Selain menyerang mental para pemain, Kim Do-keun juga mengungkap masalah dalam struktur tim FC Seoul. Ia menilai ada ketidakseimbangan antara pemain senior dan muda dalam skuat saat ini.
"Kita memiliki terlalu banyak pemain yang hanya memikirkan diri sendiri. Mereka tidak mau berkorban untuk tim. Saya perlu pemain yang mau bermain untuk kolektif, bukan individu," tambahnya.
Keputusan FC Seoul untuk memecat pelatih sebelumnya dan menunjuk Kim Do-keun di tengah musim seharusnya menjadi peningkatan. Namun, hasil yang diraih justru mengecewakan. Dengan kekalahan telak dari Persib, posisi Kim Do-keun sebagai pelatih kini sem genting.
Presiden FC Seoul, Yang Hyun-suk, dalam keterangannya terpisah mengakui ada masalah serius dalam tim. Ia menyebut bahwa kekalahan dari Persib adalah pukulan telak bagi organisasi.
"Kami tidak bisa meneruskan kondisi seperti ini. Kekalahan 0-4 dari tim Indonesia ini menunjukkan ada sesuatu yang sangat salah dalam tim. Kami harus segera melakukan evaluasi menyeluruh," ujar Yang Hyun-suk.
Reaksi dari Pemain Persib
Sementara itu, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menanggapi komentar Kim Do-keun dengan santai. Ia mengaku tidak terlalu memperhatikan kritikan tersebut dan lebih fokus pada performa timnya.
"Kami hanya fokus pada permainan kami. Kritik dari lawan itu biasa. Yang penting kami menunjukkan karakter yang kuat dan memenangkan pertandingan," ujar Alberts.
Pemain Persib, Nick Kuipers, mengaku bangga dengan kemenangan timnya. Ia menilai performa tim yang konsisten menjadi kunci kemenangan atas FC Seoul.
"Kami bermain dengan penuh disiplin dan kompak. Kami tahu FC Seoul adalah tim yang kuat, tapi kami juga menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi mereka. Alhamdulillah hasilnya sesuai target," ucap Kuipers.
Dengan kekalahan ini, FC Seoul semakin sulit lolos ke babak selanjutnya Liga Champions Asia. Mereka saat ini berada di posisi ketiga di Grup G dengan hanya mengoleksi 3 poin dari 5 laga. Sementara itu, Persib Bandung mengukuhkan posisi puncak klasemen dengan 10 poin.
Tim asal Korea Selatan ini akan kembali berlaga pada pekan depan saat menjamu Shanghai Port di kandang. FC Seoul dihadapkan pada tekanan untuk bisa meraih poin penuh agar masih memiliki peluang lolos ke babak selanjutnya.
Kim Do-keun sendiri mengakui bahwa ia butuh waktu untuk mereformasi tim. Namun, ia tidak bisa menunggu terlalu lama karena tekanan dari manajemen dan fans semakin besar.
"Saya tahu banyak yang menunggu hasil. Tapi perubahan butuh proses. Saya akan terus bekerja keras untuk membangun tim yang kompetitif," pungkasnya.
Komentar (0)