17, 2026
Teknologi

Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot

Kebakaran hutan di Kalimantan Barat mencapai 48.536 hektare. BNPB mengerahkan ribuan personel untuk pemadaman, meski jarak pandang rendah.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot

Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Titik Api Aktif

Provinsi Kalimantan Barat terus menghadapi tantangan serius terkait kebakaran hutan dan lahan. Data terkini menunjukkan bahwa luasan lahan yang terbakar di provinsi ini telah mencapai angka 48.536 hektare. Selain itu, masih teridentifikasi 19 titik api atau hotspot yang aktif hingga saat ini, menunjukkan bahwa ancaman kebakaran belum sepenuhnya teratasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu (15/11), mengungkapkan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini masih menjadi perhatian serius. Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, beberapa wilayah masih mengalami kendala dalam penanganan api yang merajalela.

Distribusi Titik Api di Berbagai Wilayah

Dari 19 titik api yang masih aktif, sebagian besar terdistribusi di beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni mencapai 6 titik. Diikuti oleh Kabupaten Kubu Raya dengan 4 titik, Kabupaten Bengkayang dengan 3 titik, serta Kabupaten Kapuas Hulu dan Kota Pontianak masing-masing memiliki 2 titik api aktif.

Kepala BPDB menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang relatif kering dan berangin menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanganan kebakaran. "Angin kering yang bertiup dari arah timur membuat api dengan cepat menyebar, terutama di area-area yang vegetasinya sudah kering," ujarnya.

Upaya Pemadaman dan Penanggulangan

Pihak berwenang telah meluncurkan berbagai upaya untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 8 unit mobil pemadam kebakaran (damkar), 3 unit pompa air, dan 1 unit water canon telah diterjunkan ke lokasi-lokasi yang terdampak. Selain itu, tim relawan juga turut membantu dalam proses pemadaman.

"Kami juga telah melakukan koordinasi dengan TNI/Polri dan instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan. Selain itu, kami juga melakukan penyiraman air di sekitar area perbatasan lahan dan hutan untuk mencegah penyebaran api lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mengatasi masalah ini. "Kita tidak bisa mengandalkan satu pihak saja. Kita butuh kolaborasi yang solid untuk mengatasi bencana ini," tegasnya.

Dampak Kebakaran terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Kebakaran hutan dan lahan yang meluas ini memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Indeks Pencemar Udara (IPU) di beberapa wilayah telah mencapai tingkat yang tidak sehat. Di kota-kota besar seperti Pontianak dan Singkawang, IPU seringkali berada di atas 150, yang berarti dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Dampak kesehatan mulai terasa di masyarakat. RSUD dr. Soedarso Pontianak melaporkan adanya peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan, terutama pada anak-anak dan lansia. "Jumlah pasien dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) meningkat sekitar 30% sejak minggu lalu," kata Kepala RSUD dr. Soedarso.

Selain itu, kabut asap yang tebal juga mengganggu aktivitas transportasi di beberapa wilayah. Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak beberapa kali mengalami penundaan bahkan pembatalan karena jarak pandang yang sangat terbatas.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Untuk mencegah kebakaran serupa di masa depan, pemerintah daerah berencana melakukan sejumlah langkah preventif. Salah satunya adalah program penanaman pohon di lahan-lahan terbuka yang rawan kebakaran. Selain itu, akan ditingkatkan juga monitoring terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki izin penggunaan lahan untuk memastikan tidak ada pembukaan lahan dengan cara yang berisiko menyebabkan kebakaran.

"Kita juga akan memperketat aturan terkait izin pembukaan lahan. Perusahaan yang melanggar akan dijatuhi sanksi yang tegas," tegas Gubernur.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pihak berwenang akan menyediakan fasilitas untuk pengolahan lahan tanpa harus dibakar.

Dengan kondisi yang masih kritis, pemerintah daerah terus berupaya maksimal untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Sinergi antar pihak dan kepedulian masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di provinsi ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter