17, 2026
Nasional

Lampung Berlakukan PJJ 2 Hari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lampung Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Dua Hari Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Pemerintah Provinsi Lampung telah mengumumkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari di beberapa daerah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi dampak negatif terhadap kesehatan siswa dan tenaga pendidik akibat aktivitas vulkanik yang terus meningkat.

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali memunculkan aktivitas vulkanik sejak akhir pekan lalu. Badan Geologi dan Vulkanologi (PVMBG) mencatat terjadi peningkatan aktivitas erupsi dengan tingkat seismik yang signifikan. Abu vulkanik mulai menyebarkan ke beberapa wilayah di Provinsi Lampung, terutama Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, dan sekitarnya.

Dampak Kesehatan dan Aktivitas Belajar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengalihkan pembelajaran ke mode daring adalah langkah preventif. "Kami memprioritaskan kesehatan siswa dan guru. Konsentrasi belajar terganggu jika kondisi lingkungan tidak memungkinkan, apalagi dengan adanya partikel debu vulkanik yang berpotensi merusak saluran pernafasan," ujarnya dalam siaran resmi.

Pihak sekolah telah diminta untuk segera menyampaikan informasi kepada orang tua murid tentang perubahan jadwal pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh akan dilaksanakan pada Senin dan Selasa (25-26 Juni 2023) untuk memastikan kualitas udara kembali normal sebelum siswa kembali kegiatan belajar tatap muka.

Respons Instansi Terkait

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung telah melakukan koordinasi dengan PVMBG untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim BPBD telah diterjunkan ke sejumlah titik untuk memantau kualitas udara dan menyebarkan informasi kepada masyarakat.

"Kami telah mengukur konsentrasi partikel debu di udara dan hasilnya menunjukkan bahwa beberapa wilayah telah melampahi ambang batas aman. Untuk itu, kami mendorong agar kegiatan di luar ruangan terutama bagi anak-anak dan lansia dihindari sementara waktu," jelas Kepala BPBD Lampung, Budi Santoso.

Persiapan Siswa dan Orang Tua

Sejumlah sekolah di wilayah terdampak telah mempersiapkan platform pembelajaran daring dan materi ajar yang akan disampaikan selama dua hari PJJ. Orang tua diminta untuk memastikan anak-anak dapat mengakses pembelajaran online dan memastikan ketersediaan sarana prasarana yang diperlukan.

"Kami juga meminta para orang tua untuk memantau kesehatan anak. Jika ada gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat," tambah Ahmad Yani.

Kondisi Gunung Anak Krakatau

Menurut informasi dari PVMBG, Gunung Anak Krakatau terus mengalami aktivitas vulkanik dengan tingkat seismik yang fluktuatif. Erupsi terdeteksi setiap 5-15 menit dengan kolom abu mencapai ketinggian 500-800 meter di atas puncak gunung.

Warga di sekitar kawasan pantai diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. PVMBG belum menaikkan status gunung menjadi level wasa (level 3) namun tetap memantau perkembangannya secara rutin.

Kesadaran Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Insiden ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesadaran akan potensi bencana vulkanik di Indonesia. Anak Krakatau yang lahir dari letusan dahsyat tahun 1883 kembali menunjukkan sifat dinamisnya.

"Kita perlu terus meningkatkan mitigasi bencana, terutama di daerah rawan bencana. Siswa dan masyarakat perlu mendidik diri tentang bahaya vulkanisme dan cara menghadapinya," ujar seorang ahli vulkanologi dari Universitas Lampung, Dr. Hendra Gunawan.

Sementara itu, aktivitas belajar di luar daerah terdampak berjalan normal. Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa keputusan PJJ hanya berlaku untuk daerah yang terdampak langsung abu vulkanik dan akan dievaluasi kembali setelah dua hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter