17, 2026
Nasional

Komdigi Lacak Sinyal HP Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Komdigi Lacak Sinyal HP Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Tim Komando Digital (Komdigi) TNI Angkatan Laut berhasil melacak sinyal telepon genggam milik jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di laut dalam kondisi tidak jelas itu mendapat arahan baru setelah ditemukan jejak sinyal terakhir dari perangkat komunikasi korban.

Kronologi Kehilangan Jurnalis

Jurnalis bernama [Nama Jurnalis], yang bekerja untuk media [Nama Media], dilaporkan hilang pada Selasa [tanggal] lalu saat sedang meliput kegiatan navigasi di perairan Selat Sunda. Korban bersama rombongan lainnya sedang menyebrang menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan [Nama Pelabuhan Asal] menuju [Nama Pelabuhan Tujuan] untuk meliput kegiatan latihan militer antar negara.

Saksi mata yang ikut dalam rombongan mengungkapkan bahwa korban terakhir terlihat berdiri di bagian buritan kapal saat cuaca mulai buruk. "Tiba-tiba ada gelombang besar yang menghantam kapal, dan kami tidak sempat melihatnya lagi setelah itu," ujar salah satu saksi mata yang meminta tidak disebutkan namanya.

Upaya Pencarian Awal

Setelah ditemukannya kehilangan korban, tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian. Kapal patroli TNI AL, Kepolisian RI, serta nelayan setempatu turut terlibat dalam operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari tanpa hasil.

Temuan Sinyal Telepon Genggam

Baru pada hari keempat pencarian, tim Komdigi TNI AL menemukan titik terang. Melalui analisis data telekomunikasi, mereka berhasil mengidentifikasi sinyal terakhir dari telepon gengmil korban yang tercatat di menara BTS terdekat di wilayah Selat Sunda.

Tim Komdigi berhasil memetakan lokasi sinyal terakhir dengan menggunakan teknologi canggih yang memungkinkan analisis data telekomunikasi secara real-time. Hasil analisis tersebut kemudian dikonfirmasi dengan data navigasi dan arus laut di wilayah tersebut untuk memastikan akurasi.

Reaksi Keluarga dan Media

Keluarga korban yang menunggu di pelabuhan tujuan menunjukkan reaksi campuran antara harapan dan kecemasan. "Kami masih optimis [Nama Jurnalis] akan ditemukan dengan selamat. Dia adalah orang yang kuat dan berpengalaman di laut," uangi saudara korban, [Nama Keluarga], yang tidak bisa menahan air matanya.

Media tempat korban bekerja juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencarian. "Kami berharap proses pencarian dapat segera menemukan teman kita. Selain sebagai jurnalis, dia adalah bagian penting dari tim kami," ujar Pemimpin Redaksi [Nama Media], [Nama], dalam siaran persnya.

Proses Pencarian Lanjutan

Dengan informasi baru yang diperoleh dari tim Komdigi, tim SAR memutuskan untuk memfokuskan pencarian di area sekitar koordinat terakhir sinyal telepon genggam. Alat deteksi cangkir seperti sonar dan kamera bawah air akan digunakan untuk mempercepat proses identifikasi.

Upaya pencarian ini juga melibatkan satwa laut seperti lumba-lumba yang dilatih untuk membantu mencari objek di bawah laut. Satwa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menemukan korban di tengah lautan yang luas.

Kondisi Cuaca dan Tantangan Pencarian

Wilayah Selat Sunda dikenal memiliki kondisi laut yang tidak menentu, terutama pada musim penghujan. Arus laut yang deras dan gelombang tinggi menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban.

Hingga berita ini disusun, proses pencarian masih berlangsung. Pihak berwenang berjanji akan terus melakukan upaya maksimal hingga korban ditemukan, baik dalam kond hidup maupun meninggal dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter