17, 2026
Nasional

Pebulutangkis yang Kandas di Audisi PB Djarum Masih Bisa Raih Super Tiket

Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 tidak hanya berlaku untuk peserta yang melaju jauh. Pebulutangkis yang sudah gugur masih berpotensi bisa meraihnya.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pebulutangkis yang Kandas di Audisi PB Djarum Masih Bisa Raih Super Tiket

Pebulutangkis yang Kandas di Audisi PB Djarum Masih Bisa Raih Super Tiket

Indra Bagus Priambudo, mantan pebulutangkis nasional yang dikenal sebagai Icuk Sugiarto, baru-baru ini menyoroti potensi atlet bulutangkis yang gagal melalui audisi PB Djarum. Menurutnya, para pemain yang tidak lolos seleksi di klub bulutangkis ternama tersebut masih memiliki kesempatan untuk meraih "super tiket" yaitu kesempatan tampil di level profesional melalui jalur lain.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Icuk menjelaskan bahwa dunia bulutangkis Indonesia tidak hanya terbatas pada beberapa klub elite seperti PB Djarum. Ada banyak jalan bagi para pemain berbakat untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional. "Jangan putus asa hanya karena gagal di satu audisi. Saya sendiri pernah mengalami hal serupa di masa mudanya," ujarnya.

Alternatif Jalan Menuju Profesional

Icuk menekankan bahwa terdapat beberapa alternatif bagi pebulutangkis muda yang gagal lolos audisi PB Djarum. Salah satunya adalah bergabung dengan klub daerah yang masih tergabung dalam kompetisi nasional seperti Liga Super Indonesia atau turnamen regional. Melalui jalur ini, pemain tetap dapat mendapat pengalaman berkompetisi dan menunjukkan kemampuan mereka kepada pelatih timnas.

"Banyak klub daerah yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan talenta. Pemain di sana bisa mendapat perhatian lebih karena menjadi pemain kunci timnya. Dari situ, mereka bisa dipanggil ke pusat pelatnas jika memang menunjukkan performa konsisten," tambah Icuk.

Program Khusus dari PBSI

Menurut informasi yang diperoleh, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sedang merancang program khusus bagi atlet yang tidak terpilih di klub-klub besar. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tambahan dan kesempatan tampil dalam turnamen persahabatan dan Challenger Series.

"PBSI tidak ingin melewatkan talenta hanya karena mereka tidak lolos di satu klub. Ada kemungkinan pemain tersebut lebih cocok dengan sistem pelatihan yang berbeda atau butuh waktu lebih untuk berkembang," jelas sepekan pejabat PBSI yang tidak mau disebutkan namanya.

Teknologi Sebagai Jalan Alternatif

Di era digital, para pebulutangkis muda juga memiliki akses lebih luas untuk menunjukkan bakat mereka. Platform media sosial dan aplikasi video sharing menjadi wadah bagi mereka memamerkan kemampuan bulutangkis. Beberapa pemain bahkan berhasil mendapat perhatian pelatih asing melalui konten yang mereka unggah.

"Saya pernah melihat seorang pemain dari daerah yang video latihannya viral di luar negeri. Akhirnya dia mendapat tawaran berlatih di akademi bulutangkis Eropa. Itu membuktikan bahwa jalan menuju profesional tidak hanya melalui klub besar di Indonesia," ujar Icuk.

Kasus Sukses yang Menginspirasi

Sejumlah pebulutangkis Indonesia telah membuktikan bahwa gagal di audisi PB Djarum bukanlah akhir dari segalanya. Pemain seperti Jonatan Christie sempat mengalami penolakan di beberapa klub sebelum akhirnya diterima di klub lain dan berhasil menjadi juara dunia.

"Jonatan adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh klub pertama yang kita ikuti. Yang penting adalah kesungguhan dan ketekunan dalam melatih diri," kata Icuk yang menambahkan bahwa dirinya sering menerima surat dari orang tua pemain yang putus asa karena anaknya gagal lolos audisi.

Masa Depan Bulutangkis Indonesia

Dengan begitu banyak jalur alternatif yang tersedia, masa depan bulutangkis Indonesia diharapkan semakin cerah. Icuk optimis bahwa dengan sistem yang lebih inklusif, Indonesia akan dapat menghasilkan lebih banyak pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

"Kita perlu mengubah mindset bahwa hanya klub besar yang bisa melahirkan juara. Setiap pemain yang berbakat harus diberikan kesempatan, terlepas dari dari klub atau daerah asalnya. Itu kunci utama untuk meningkatkan kualitas bulutangkis Indonesia secara keseluruhan," pungkas Icuk.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter