24, 2026 ID
Maluku Utara

Kemenbud Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara, Prioritas Kedaton Ternate

Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi sejumlah situs budaya di Maluku Utara. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau langsung kawasan cagar budaya di Kota Ternate, termasuk Kedat

Kemenbud Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara, Prioritas Kedaton Ternate

Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmennya untuk merevitalisasi sejumlah situs budaya di Maluku Utara. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau langsung kawasan cagar budaya di Kota Ternate, termasuk Kedaton Kesultanan Ternate dan Benteng Oranje, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah daerah.

Revitalisasi Situs Budaya

Kedaton Kesultanan Ternate menjadi salah satu prioritas utama dalam program revitalisasi. Bangunan yang menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Kesultanan Ternate itu berstatus cagar budaya nasional dan menyimpan banyak koleksi bersejarah, mulai dari artefak kerajaan, manuskrip kuno, hingga peninggalan masa penyebaran Islam di kawasan timur Indonesia.

Selain Kedaton, Benteng Oranje juga masuk dalam rencana pemugaran. Benteng peninggalan masa kolonial Belanda tersebut termasuk salah satu benteng tertua di Indonesia dan menjadi saksi sejarah panjang interaksi bangsa-bangsa Eropa dengan masyarakat Maluku Utara. Kelestarian bangunan ini dinilai penting karena menjadi bagian dari jejak jalur rempah yang pernah menjadikan Ternate sebagai pusat perdagangan dunia.

Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya memulihkan bangunan fisik, tetapi juga menjaga identitas dan nilai sejarah yang melekat pada masyarakat Maluku Utara. Langkah ini direncanakan dilakukan bersama pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan Kesultanan Ternate agar sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya yang berlaku.

Peninjauan tersebut menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah kelurahan di Kota Ternate beberapa waktu lalu. Sebagian bangunan cagar budaya dikabarkan ikut terdampak, sehingga kementerian berencana menindaklanjuti pemulihan dan perbaikan situs yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut agar kondisinya kembali aman dan lestari.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik rencana revitalisasi ini. Selain menjaga warisan sejarah, langkah tersebut dinilai mampu mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya di daerah yang dikenal sebagai pusat peradaban kesultanan di Indonesia bagian timur. Dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan cagar budaya pun diharapkan ikut meningkat.

Sementara itu, para pegiat budaya di Ternate berharap proses revitalisasi melibatkan tenaga lokal dan tetap mempertahankan keaslian bangunan. Situs budaya di Maluku Utara dinilai sebagai warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang sekaligus kebanggaan identitas daerah.

Masyarakat Ternate berharap revitalisasi berjalan transparan dan tepat waktu. Mereka menginginkan agar nilai-nilai adat dan kearifan lokal tetap menjadi pedoman dalam setiap tahap pemugaran, sehingga bangunan bersejarah tidak hanya indah dipandang, tetapi juga tetap hidup dan digunakan dalam kegiatan budaya masyarakat setempat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag