Kecelakaan di Tol Wiyoto Wiyono, 3 Pekerja Proyek Tewas
Tiga pekerja proyek konstruksi tewas dalam kecelakaan tragis yang melintasi ruas Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, pada Rabu (15/3) siang. Insiden yang diduga akibat kelalaikan pengemudi truk bermuatan besi ini menewaskan dua pekerja di lokasi dan satu orang lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Menurut informasi dari Kepala Polres Jakarta Timur AKBP Budi Santoso, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kilometer 12+700 arah Jakarta-Bekasi. Truk bermuatan besi yang dikemudikan oleh Joko (45) tiba-tiba oleng dan menabrak rombongan pekerja yang sedang melakukan pekerjaan di bahu jalan tol.
Kronologi Kecelakaan
Saksi mata, Ahmad (32), seorang sopir angkutan umum yang berada di lokasi kejadian, menceritakan bahwa truk bermuatan besi tersebut melaju dengan kecepatan tingkat saat mendekati area proyek. "Tiba-tiba truk itu oleng ke kanan dan menabrak petugas lalu lintas yang sedang mengatur arus lalu lintas di bahu jalan," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi kejadian.
Akibatnya, tiga pekerja yang sedang berada di lokasi langsung terserang muatan besi yang tumpah dari truk. Dua di antaranya tewas di tempat, sementara seorang lainnya mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, namun nyawanya tidak terselamatkan.
Respon Penanggung Jawab
Kepala Unit Lalu Lintas Polres Jakarta Timur, Kompol Rudi, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang mengidentifikasi korban serta pihak-pihak yang terlibat. "Kami sudah mengamankan pengemudi truk untuk dimintai keterangan. Diduga kecelakaan ini terjadi karena pengemudi mengantuk dan kehilangan kendali," kata Rudi.
Menurut Rudi, korban yang tewas dalam kecelakaan ini adalah Ahmad (28), Budi (35), dan Eko (40), yang semuanya merupakan pekerja kontraktor proyek pengaspalan jalan tol yang sedang berlangsung di lokasi. "Mereka sedang membantu petugas lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan saat truk menabrak mereka," tambahnya.
Kondisi Korban
Ketiga korban mengalami luka serius akibat ditabrak muatan besi dan terjepit di bawah kendaraan truk. Tim medis dari RS Polri Kramat Jati yang tiba di lokasi pun kesulitan mengevakuasi korban karena muatan besi yang cukup berat.
"Korban pertama meninggal di tempat akibat luka kepala dan dada yang parah. Korban kedua sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak terselamatkan. Korban ketiga ditemukan tewas di lokasi kejadian," jelas Kepala RS Polri Kramat Jati, dr. Siti Hartati.
Tindakan Penyelidikan
Polres Jakarta Timur telah membuka penyelidikan atas kecelakaan ini. Pengemudi truk, Joko, dinyatakan sebagai saksi dalam kasus ini dan akan diperiksa lebih lanjut. "Kami akan memeriksa kondisi psikologis dan kesehatan pengemudi sebelum memeriksa lebih lanjut. Diduga faktor kelalaikan menjadi penyebab utama kecelakaan ini," ujar Budi Santoso.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rustam Effendi, meminta pihak kontraktor untuk memastikan keselamatan pekerja yang bekerja di jalan raya. "Kami akan mengevaluasi kembali protokol keselamatan yang berlaku di proyek-proyek yang berada di jalan raya. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama," tegas Rustam.
Kondisi Lalu Lintas
Kejadian ini menyebabkan kemacetan parah di ruas Tol Wiyoto Wiyono, terutama di arah Jakarta-Bekasi. Lalu lintas sempat terhambat selama kurang lebih dua jam hingga tim SAR berhasil membersihkan lokasi kejadian.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan alternatif di sekitar lokasi kejadian. "Kami sudah mengirimkan tim untuk mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif untuk mengurangi dampak kemacetan," tambah Kompol Rudi.
Reaksi Pihak Terkait
Direktur Utama PT Jasa Marga, yang mengelola Tol Wiyoto Wiyono, menyatakan deep concern atas kejadian ini. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tragis ini. PT Jasa Marga akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menyelesaikan proses hukum yang berjalan," ujar Direktur Utama PT Jasa Marga.
PT Jasa Marga juga akan memberikan bantuan kepada keluarga korban yang menjadi korban dalam kecelakaan ini. "Kami akan memberikan bantuan biaya pemakaman dan bantuan lainnya bagi keluarga korban sebagai bentuk perhatian kami," tambahnya.
Langkah Pencegahan
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama bagi pekerja yang bekerja di bahu jalan atau di dekat jalan tol. Kepolisian dan pihak terkait mengimbau agar selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja di dekat jalan raya.
"Kami mengimbau agar pekerja yang bekerja di dekat jalan raya selalu memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan mematuhi semua peraturan keselamatan yang berlaku. Selain itu, pengemudi kendaraan juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak mengantuk saat berkendara," kata Budi Santoso.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan raya, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan umum.
Komentar (0)