19, 2026
Nasional

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Hasil Pantauan Terbaru

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Aktivitas Vulkanik Terus Dipantau

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu (15/3) dini hari, menunjukkan aktivitas vulkanik yang terus meningkat sejak awal tahun ini. Badan Geologi dan Mineral Nasional (ESDM) mencatat erupsi berlangsung selama 2 menit 11 detik dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter dari puncak gunung.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Hanum mengatakan bahwa aktivitas Anak Krakatau dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan peningkatan. "Kami terus memantau aktivitas Anak Krakatau secara intensif sejak Januari lalu. Erupsi terbaru ini masih dalam kategori aktivitas normal yang wajar bagi gunung berapi aktif seperti Anak Krakatau," jelas Hanum dalam konferensi pers virtual.

Detail Aktivitas Terbaru

Berdasarkan data yang dikumpulkan PVMBG, Anak Krakatau telah mengalami 15 kali gempa tektonik lokal, 78 kali gempa vulkanik dangkal, serta 6 kali gempa harmonik dalam sepekan terakhir. Frekuensi gempa vulkanik yang terus meningkat menunjukkan adanya tekanan magma di dalam kamar magma gunung berapi tersebut.

Selama erupsi terakhir, PVMBG juga mencatat adanya tiga kali guguran lava di sekitar kawah puncak. Material guguran ini teramati mengalir sejauh 500 meter ke arah barat daya dan tenggara. "Meskipun aktivitasnya meningkat, jarak guguran lava masih dalam jarak aman dan tidak berdampak langsung pada area sekitar," tambah Hanum.

Status Waspada Ditetapkan di Wilayah Sekitar

Seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, PVMBG menetapkan status waspada (level II) untuk Anak Krakatau sejak 10 Maret 2023 lalu. Status ini diberikan setelah terjadi peningkatan frekuensi dan intensitas gempa vulkanik serta aktivitas freatik yang signifikan.

Dampak Pada Transportasi Laut

Erupsi Anak Krakatau juga berdampak pada aktivitas transportasi laut di sekitar Selat Sunda. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Provinsi Banten menyatakan bahwa pihaknya telah mengimbau kepada seluruh kapal untuk tetap waspada terhadap potensi abu vulkanik yang dapat mengganggu navigasi.

Riwayah Erupsi Anak Krakatau

Anak Krakatau lahi dari letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Gunung ini memiliki riwayah erupsi yang relatif aktif dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2018, Anak Krakatau mengalami erupsi parah yang menyebabkan tsunami dan menewaskan lebih dari 400 orang di pesisir barat Jawa dan selatan Sumatra.

Setelah peristiwa tahun 2018, aktivitas Anak Krakatau relatif stabil namun terus dipantau secara ketat oleh PVMBG. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 338 meter di atas permukaan laut, dengan kawah puncak yang berdiameter sekitar 1 kilometer.

Pantauan Terus Dilakukan

PVMBG menyatakan akan terus memantau aktivitas Anak Krakatau secara intensif. Pihak tersebut telah menempatkan seismograf dan alat pemantau lainnya di sekitar gunung berapi untuk mengumpulkan data secara real-time.

Warga di sekitar wilayah Anak Krakatau, termasuk di wilayah Lampung, Banten, dan Sumatera Selatan, diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi terkait aktivitas Anak Krakatau dapat diakses melalui situs resmi PVMBG atau aplikasi siaga bencana yang dikembangkan pemerintah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter