24, 2026 ID
Jawa Barat

Kasus ISPA Jabar Tinggi, Balita Jadi Kelompok Paling Rentan

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jawa Barat tercatat masih tinggi sepanjang tahun ini. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah ini menjadi salah satu gangguan kesehatan dengan jumlah penderita te

Kasus ISPA Jabar Tinggi, Balita Jadi Kelompok Paling Rentan

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jawa Barat tercatat masih tinggi sepanjang tahun ini. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah ini menjadi salah satu gangguan kesehatan dengan jumlah penderita terbesar di provinsi tersebut. Yang paling memprihatinkan, kelompok balita menjadi yang paling banyak terdampak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari fasilitas kesehatan, sebagian besar pasien ISPA yang terdata adalah anak usia di bawah lima tahun. Sistem kekebalan tubuh balita yang belum berkembang sempurna membuat mereka jauh lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri penyebab infeksi, mulai dari pilek dan batuk biasa hingga pneumonia yang dapat membahayakan jiwa.

Musim Kemarau dan Kualitas Udara Perparah Risiko

Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan serta fluktuasi suhu yang ekstrem disebut turut memperbesar risiko penularan ISPA. Debu yang beterbangan dan menurunnya kualitas udara di sejumlah wilayah perkotaan Jawa Barat juga menjadi pemicu meningkatnya keluhan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak yang banyak menghabiskan waktu bermain di luar rumah.

Pihak Dinas Kesehatan Jawa Barat menegaskan bahwa sebagian besar kasus ISPA pada balita masih dapat ditangani di puskesmas. Meski demikian, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala berat, seperti demam tinggi yang tak kunjung turun, napas cepat dan sesak, tarikan dinding dada saat bernapas, hingga bibir atau kuku membiru yang menjadi tanda bahaya pneumonia.

Untuk menekan angka kasus, pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian imunisasi lengkap, ASI eksklusif, serta perbaikan gizi balita. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga sirkulasi udara di dalam rumah, dan menjauhkan anak dari paparan asap rokok juga terus diingatkan kepada masyarakat, termasuk di sekolah dan posyandu.

Para tenaga kesehatan mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Anak yang sehat, tercukupi gizinya, dan diimunisasi lengkap memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga risiko terkena ISPA berat dapat ditekan secara signifikan.

Dengan masih tingginya kasus yang berlangsung, masyarakat Jawa Barat diimbau tetap waspada, terutama keluarga yang memiliki balita. Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci agar ISPA tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag