18, 2026
Nasional

Karhutla Mengancam Saat Kemarau, Polri Dorong Deteksi Dini di Kaltim

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/11/6aa41c4ac3837-komisaris-besar-polisi-dony-alexander-kiri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Karhutla Mengancam Saat Kemarau, Polri Dorong Deteksi Dini di Kaltim

Kalimantan Timur memasuki masa waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan. Musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatangi menjadi ancaman serius bagi kestabilan ekosistem dan kualitas udara di provinsi ini. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya Polda Kalimantan Timur telah mengambil langkah proaktif untuk mencegah potensi bencana karhutla dengan menggencarkan program deteksi dini dan pencegahan sejak dini.

Komisaris Besar Polisi Dony Alexander, Kepala Satuan Reskrim Polda Kaltim, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan. "Kami telah memperketal patroli dan pengawasan di daerah-daerah rawan karhutla, terutama di area perbatasan provinsi dan kabupaten/kota," ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (11/9).

Langkah-langkah Pencegahan yang Dilakukan

Polri melalui Polda Kaltim telah menggandeng berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan karhutla. Langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan antara lain:

Pertama, pengembangan sistem deteksi dini melalui teknologi canggih. Polda Kaltim bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Satelit Penginderaan Jauh untuk memantau suhu, kelembaban, dan titik api potensial di wilayahnya. "Kami menggunakan data satelit untuk mendeteksi titik api yang muncul secara dini sehingga bisa segera ditindaklanjuti," jelas Dony.

Kedua, peningkatan patroli di darat. Personel Polri bersama jajaran TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta relawan dari masyarakat melakukan patroli rutin di area-area rawan kebakaran. Patroli dilakukan baik secara berkendara maupun jalan kaki untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ketiga, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Polri menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. "Kami menyadari bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tugas pihak berwenang, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat," tambah Dony.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla

Dalam upaya pencegahan karhutla, Polri menekankan pentingnya peran masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat musim kemarau. "Pembakaran lahan meskipun untuk keperluan pertanian atau perkebunan tetap dilarang keras. Kami akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang menyebabkan kerugian lingkungan dan kesehatan masyarakat," tegas Dony.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda kebakaran atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar area perkebunan atau hutan. "Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kami dalam melakukan penanganan yang cepat dan tepat," ujar Dony.

Dampak Karhutla bagi Kaltim

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Potensi bencana ini meningkat drastis saat musim kemarau tiba, seperti yang terjadi pada tahun 2019 lalu saat kabut asap akibat karhutla menyelimuti sebagian besar wilayah Kaltim, menyebabkan gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak buruk terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi. Kabut asap yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, hingga gangguan pada sistem pernapasan yang lebih serius.

Kerjasama Antar Instansi

Untuk mengatasi ancaman karhutla, Polri tidak bekerja sendiri. Polda Kaltim telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, BMKG, dan TNI. Kerjasama ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah-langkah pencegahan dan penanganan jika terjadi kebakaran.

"Kami akan terus memantau perkembangan situasi secara rutin. Jika diperlukan, akan ditambah personel dan alat berat untuk penanganan darurat," ujar Dony. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim rapid response yang siap diterjunkan ke lokasi jika terjadi kebakaran.

Dengan berbagai langkah preventif yang telah diambil, Polri berharap dapat mencegah terjadinya karhutla di Kalimantan Timur. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan Indonesia yang bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter