18, 2026
Nasional

Jejak Kriminal 2 KKB Penembak ASN di Jayawijaya

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Jejak Kriminal 2 KKB Penembak ASN di Jayawijaya

Penyidik Polda Papua berhasil mengungkap jejak kriminal dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam penembangan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kedua tersangka ini merupakan bagian dari kelompok yang bertanggung jawab atas serangan berdarah yang menewaskan sejumlah ASN pada bulan Oktober lalu.

Kepala Polda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Merauke mengungkapkan bahwa penyidik telah berhasil mengidentifikasi dua anggota KKB yang terlibat langsung dalam aksi penembakan tersebut. "Kedua tersangka ini adalah anggota aktif kelompok KKB yang beroperasi di wilayah pegunungan Jayawijaya. Kita sudah berhasil mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk menjerat mereka dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," ujar Mathius.

Identitas dan Peran Tersangka

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua tersangka memiliki identitas sebagai Y.R (25) dan G.K (30). Keduanya merupakan warga asli Papua yang telah bergabung dengan kelompok KKB sejak tahun 2019. Menurut Mathius, Y.R menjabat sebagai penembak utama dalam serangan tersebut, sementara G.K bertindak sebagai informan dan pemandu jalur.

Serangan yang menewaskan tiga ASN dan melukai dua orang lainnya terjadi pada tanggal 15 Oktober 2023 di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Kurima. Korban bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya. Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari kegiatan kerja ketika diserang oleh kelompok KKB yang berjumlah sekitar lima orang.

"Dari hasil interogasi dan pengumpulan barang bukti, kita menemukan bahwa serangan ini direncanakan secara matang. Kelompok KKB sudah memantau korban selama beberapa hari sebelum aksi dilakukan. Mereka menggunakan senapan laras panjang untuk melancarkan serangan," jelas Mathius.

Motivasi dan Latar Belakang Serangan

Menurut penjelasan Mathius, motivasi utama di balik serangan tersebut masih menjadi sorotan penyidik. Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah saksi dan hasil analisis intelijen, diduga serangan ini merupakan bagian dari upaya kelompok KKB untuk menekan pemerintah dalam hal penyelesaian konflik di Papua.

"Kita menemukan adanya komunikasi antara tersangka dengan beberapa anggota KKB lainnya yang menyebutkan tentang adanya tekanan untuk melakukan aksi. Mereka merasa bahwa pemerintah belum serius dalam menyelesaikan masalah di Papua. Namun, kita masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang memanipulasi atau mengarahkan aksi mereka," ujar Mathius.

Penangkapan dan Pemburuan Tersangka Lainnya

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti yang terkait dengan kasus ini, termasuk dua senapan laras panjang yang digunakan dalam serangan, serta dokumen-dokumen yang diduga menjadi bukti rencana serangan.

"Kita masih dalam proses pemburuan terhadap tiga anggota KKB lainnya yang terlibat dalam serangan ini. Mereka saat ini masih buron dan kita sudah mengerahkan tim khusus untuk mengejar mereka. Kami meminta masyarakat untuk membantu memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka," tambah Mathius.

Penyidik juga menyatakan bahwa kelompok KKB yang terlibat dalam serangan ini memiliki hubungan dengan beberapa kelompok separatis lainnya di Papua. Hubungan ini diduga menjadi faktor utama dalam meningkatnya aktivitas kekerasan di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Respon Pemerintah dan Upaya Penegakan Hukum

Menanggapi pengungkapan ini, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan. "Kami mengecam tindakan kekerasan yang menelan korban ASN. ASN adalah tulang punggung penyelenggaraan pemerintahan di daerah, dan serangan terhadap mereka adalah serangan terhadap negara," ujar Lukas.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, Silmy Karim, juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal ASN yang bekerja di daerah rawan konflik. "Kami akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan ASN yang bekerja di Papua. Selain itu, kita juga akan mempercepat program transmigrasi dan penyelesaian masalah sosial di Papua untuk menciptakan kondisi yang kondusif," jelas Silmy.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh provokasi kelompok KKB. "Kita meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Polisi akan terus melakukan upaya penegakan hukum dengan tegas dan profesional untuk menciptakan keamanan di Papua," pungkas Ramadhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter