Imbas Asap Karhutla, 30 Penerbangan Batal di Bandara Supadio
Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kepulauan Kalimantan Barat, mengalami gangguan operasional akibat kabut asap pekat yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 30 penerbangan terpaksa dibatalkan selama dua hari terakhir, mengakibatkan ribuan penumpung mengalami penundaan dan pembatalan.
Kepala Bandara Supadio, Muhammad Fajar, mengatakan bahwa kondisi visibilitas di bandara turun drastis akibat asap yang menyelimuti wilayah Pontianak dan sekitarnya. "Kami terpaksa menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian lalu lintas udara dalam kondisi buram. Untuk keamanan dan ketepatan pendaratan pesawat, kami harus menunda atau membatalkan beberapa penerbangan," jelas Fajar pada Jumat (15/9/2023).
Kondisi Bandara Menuju Kritis
Menurut data yang dikelola oleh Unit Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC) Bandara Supadio, indeks visibilitas sempat turun hingga di bawah 500 meter pada Kamis (14/9/2023) pagi. Angka ini jauh di bawah standar minimal yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan yang aman, yaitu minimal 1.500 meter untuk pesawat komersial.
"Kami melakukan monitoring setiap 15 menit terkait perkembangan indeks visibilitas. Saat kondisi memungkinkan, kami segera membuka operasional kembali. Namun, karena asap terus bertiup dan konsentrasi partikel halusnya tinggi, kami terpaksa menunda beberapa rute penerbangan," tambah Fajar.
Sebanyak 15 penerbangan dari dan ke Pontianak dibatalkan pada Kamis (14/9/2023), sementara pada Jumat (15/9/2023) ada 15 penerbangan lainnya yang mengalami nasib serupa. Rute yang terdampak antara lain penerbangan dari dan ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Kuala Lumpur.
Dampak pada Penumpang
Dampak pembatalan penerbangan langsung dirasakan oleh para penumpang. Banyak dari mereka yang harus menunggu di ruang tunggu bandara atau menginap di hotel sekitar dengan biaya yang tidak diperkirakan sebelumnya.
"Saya sudah memesan tiket ke Jakarta sebulan lalu untuk keperluan bisnis penting. Karena penerbangan saya dibatalkan dua kali berturut-turut, saya kebingungan mencari transportasi alternatif. Kapal laut membutuhkan waktu lebih lama," ujar Ahmad Zaki, seorang penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Pihak bandara telah menyiapkan ruang tunggu khusus bagi penumpang yang mengalami penundaan maupun pembatalan. Selain itu, tim layanan pelanggan juga aktif memberikan informasi terkait jadwal penerbangan yang berubah.
Upaya Penanganan Asap
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Barat mencatat bahwa kualitas udara di Pontianak telah mencapai kategori tidak sehat selama empat hari berturut-turut. Indeks Pencemar Udara (IPU) di beberapa titik monitoring bahkan mencapai angka 500, yang berada dalam kategori berbahaya.
"Kondisi ini disebabkan oleh adanya 28 titik kebakaran hutan dan lahan di sekitar Pontianak, baik di daratan maupun di wilayah reklamasi. Upupan pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat," jelas Kepala DLH Kalimantan Barat, Budi Santoso.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menggelar rapat koordinasi untuk mengatasi masalah asap ini. Selain penanganan langsung di titik kebakaran, pihaknya juga mempersiapkan penyemprotan air dari udara menggunakan dua helikopter milik Pemerintah Provinsi.
Masa Depan Operasional Bandara
Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi asak di Kalimantan Barat akan berlanjut hingga akhir September 2023. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap operasional Bandara Supadio di waktu dekat.
"Kami berkoordinasi dengan maskapai untuk menyampaikan informasi secara transparan kepada penumpang. Selain itu, kami juga sedang menyiapkan skenario alternatif seperti pengalihan penerbangan ke bandara terdekat seperti Sintang dan Ketapang jika kondisi memang tidak memungkinkan," jelas Fajar.
Maskapat seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air telah mengumumkan kebijakan refund atau penggantian tiket bagi penumpang yang terdampak pembatalan akibat kondisi cuaca buruk ini. Penumpang diminta untuk menghubungi maskapat masing-masing untuk informasi lebih lanjut.
Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat asap. Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru, jantung, atau asma dianjurkan untuk tidak keluar rumah selama kondisi asap masih pekat. Penggunaan masker N95 atau masker khusus partikel halus sangat disarankan bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Komentar (0)