Beredar kabar mengejutkan di panggung politik Jawa Barat. Nama Dedi Mulyadi, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, disebut-sebut bakal hengkang dari Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Isu itu pun langsung menuai respons dari kubu Gerindra Jawa Barat yang menegaskan belum ada pembicaraan resmi terkait perpindahan tersebut.
Gerindra Jabar: Belum Ada Komunikasi Resmi
Menanggapi isu yang berkembang, Gerindra Jawa Barat menyatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi. Partai menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi resmi dari Dedi Mulyadi maupun pembahasan internal terkait rencana pindah ke partai lain. Gerindra mengaku masih solid dan menganggap kabar tersebut sekadar isu yang beredar di tengah dinamika politik jelang Pilkada 2024.
Nama Dedi Mulyadi memang kerap menjadi magnet politik di Jawa Barat. Sosok yang akrab disapa Kang Dedi ini dikenal memiliki elektabilitas tinggi dan kedekatan kuat dengan masyarakat, terutama di wilayah Priangan. Karier politiknya di Gerindra pun panjang, mulai dari anggota DPR RI hingga menduduki kursi Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 mendampingi Ridwan Kamil.
Isu kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI menguat setelah partai berlambang bunga mawar itu menempatkan Kaesang Pangarep sebagai ketua umum. PSI dikabarkan serius membidik kursi gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2024 dan membutuhkan figur populer dengan elektabilitas mumpuni. Nama Dedi Mulyadi dinilai memenuhi kriteria tersebut sehingga masuk dalam radar penjaringan PSI.
Namun, Gerindra Jawa Barat menilai perbincangan publik soal perpindahan kader masih terlalu dini. Partai menekankan bahwa keputusan politik Dedi Mulyadi sepenuhnya berada di tangan yang bersangkutan, dan Gerindra menghormati apa pun keputusannya. Meski demikian, Gerindra tetap menganggap Dedi Mulyadi sebagai aset berharga yang selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Jawa Barat.
Para pengamat politik menilai isu ini menjadi ujian bagi soliditas Gerindra di Jawa Barat. Jika benar Dedi Mulyadi pindah, partai besutan Prabowo Subianto itu berpotensi kehilangan figur kunci jelang kontestasi Pilkada. Sebaliknya, bagi PSI, merekrut Dedi Mulyadi bisa menjadi langkah besar untuk menembus basis massa di Jawa Barat yang selama ini menjadi lumbung suara partai-partai besar.
Hingga berita ini diturunkan, Dedi Mulyadi belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Publik pun menunggu kejelasan dari politikus kawakan itu, apakah akan tetap setia di Gerindra atau benar-benar melenggang menuju PSI. Yang pasti, Jawa Barat kembali menjadi panggung panas pertarungan politik nasional menjelang Pilkada serentak.
Komentar (0)