17, 2026
Teknologi

Indonesia Dorong BRICS Naikkan Posisi Dalam Rantai Nilai Global

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Indonesia Dorong BRICS Naikkan Posisi Dalam Rantai Nilai Global

Kementerian Perindustrian dan Badan Pusat Statistik (BPS) secara bersamaan mengumumkan komitmen Indonesia untuk mendorong anggota BRICS naikkan posisinya dalam rantai nilai global. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa Indonesia berada di posisi yang strategis untuk memfasilitasi pergeseran ini, mengingat negara tersebut memiliki berbagai keunggulan dalam sektor manufaktur dan sumber daya alam.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pekan lalu, Amalia menekankan bahwa Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung upaya ini. "Kita memiliki akses ke pasar domestik yang besar, infrastruktur yang terus berkembang, dan kebijakan ekonomi yang kondusif. Ini semua menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem BRICS," ujarnya.

Strategi Integrasi Ekonomi

Kementerian Perindustrian telah merancang program bernama "BRICS Industrial Value Enhancement" yang bertujuan untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai nilai global. Program ini mencakup tiga pilar utama: modernisasi industri, pengembangan SDM, dan peningkatan konektivitas logistik.

"Kita fokus pada lima sektor industri prioritas yaitu tekstil, otomotif, elektronik, produk kimia, dan makanan minuman. Sektor-sektor ini dipilih karena memiliki potensi besar untuk terintegrasi dengan negara-negara BRICS lainnya," jelas Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Saktiawan Singgih.

Kolaborasi Teknologi dan Inovasi

Salah satu inisiatif unggulan dalam program ini adalah pendirian Pusat Inovasi dan Teknologi BRICS yang akan berlokasi di Surabaya. Pusat ini akan menjadi wadah bagi para peneliti, pelaku usaha, dan akademisi dari seluruh negara anggota BRICS untuk berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi industri.

"Kita sedang menyiapkan kerangka kerja yang memungkinkan transfer teknologi antar anggota BRICS. Dengan begitu, industri Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari rantai nilai, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi itu sendiri," tambah Saktiawan.

Peran Strategis Indonesia dalam BRICS

Indonesia secara resmi menjadi anggota BRICS pada Januari 2024, menandai langkah signifikan dalam strategi geopolitik ekonomi negara tersebut. Sebagai anggota terbesar kelompok ini berdasarkan populasi dan ekonomi, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran katalisator dalam meningkatkan integrasi ekonomi antar anggota.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyoroti potensi investasi yang dapat dihadirkan melalui keanggotaan ini. "Kita sedang memfasilitasi investasi langsung dari negara-negara BRICS sebesar US$20 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur dan industri di Indonesia. Ini akan membantu mempercepat modernisasi industri kita sekaligus meningkatkan posisi kita dalam rantai nilai global," ujarnya.

Tantangan dan Peluang

Meski memiliki potensi besar, Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan visi ini. Beberapa di antaranya termasuk infrastruktur logistik yang masih kurang optimal, keterbatasan akses modal, dan persaingan global yang semakin ketat.

"Kita perlu mempercepat pembangunan infrastruktur khususnya di sektor transportasi dan energi. Selain itu, peningkatan kompetensi SDM juga menjadi prioritas utama agar mampu bersaing di tingkat global," jelas Amalia dari BPS.

Langkah Aksi Mendatang

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah telah menetapkan sejumlah langkah konkret. Pertama, percepatan pembangunan 10 proyek infrastruktur strategis yang akan menghubungkan pusat produksi dengan pelabuhan internasional. Kedua, penyediaan insentif fiskal bagi perusahaan yang melakukan investasi dalam teknologi canggih dan pelatihan SDM.

Ketiga, Indonesia akan menggelar BRICS Investment Summit pada November 2024 yang akan mengumpulkan investor dari seluruh anggota untuk membahas peluang investasi dalam sektor industri dan infrastruktur.

Dengan berbagai upaya ini, Indonesia berharap dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam ekosistem BRICS sekaligus meningkatkan posisinya dalam rantai nilai global. Keberhasilan program ini diharapkan akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter