Hari Kedua Pencarian KM Virgo, 114 Orang Ditemukan
Operasi pencarian KM Virgo yang tenggelam di perairan Selat Sunda pada Senin (12/6) memasuki hari kedua dengan hasil signifikan. Tim SAR berhasil menemukan 114 korban selamat dari total 227 penumpang dan awak kapal hingga Selasa (13/6) siang. Pencarian terus dilakukan untuk menemukan korban yang masih dalam keadaan hilang.
Situasi Terkini Operasi Pencarian
Kapal Motor (KM) Virgo yang mengangkut 227 orang terdiri dari 215 penumpang dan 12 awak kapal tenggelam pada Senin pagi. Berdasarkan data resmi dari Basarnas, hingga pukul 14.00 WIB pada Selasa, telah ditemukan 114 korban selamat yang dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Provinsi Banten dan Lampung.
Kepala Basarnas Budiawan mengatakan operasi pencarian masih terus berjalan dengan maksimal. "Tim SAR terdiri dari personel TNI AL, Polri, Basarnas, dan nelayan setempat terus melakukan pencarian di area tenggelamnya KM Virgo. Kondisi cuaca yang relatif baik memudahkan operasi hari ini," ujar Budiawan dalam konferensi pers di Posko Pencarian KM Virgo, Pelabuhan Merak.
Kronologi Kecelakaan
KM Virgo melayani rute Merak-Bakauheni dengan jadwal keberangkatan pukul 08.00 WIB. Kapal diperkirakan tenggelam sekitar pukul 11.30 WIB di koordinat 6°01'30" LS dan 105°40'30" BT, sekitar 7 mil laut dari Pelabuhan Merak.
Saksi mata yang selamat mengatakan kapal mulai mengalami masalah sekitar 30 menit setelah berlayar. "Ada kebisingan mesin yang tidak biasa, lalu kapal miring ke kanan dengan cepat. Beberapa penumpang panik dan mulai melompat ke laut sebelum bantuan tiba," kata Ahmad, salah satu korban selamat yang dirawat di RSUD Tangerang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pada saat kejadian, wilayah Selat Sunda mengalami kondisi cuaca dengan tinggi gelombang mencapai 1-1,5 meter dan kecepatan angin 15-20 knot. Meski demikian, kondisi tersebut masih dalam batas aman untuk pelayaran kapal kecil menengah.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Evakuasi korban selamat dilakukan oleh beberapa kapal penolong yang segera tiba di lokasi, termasuk KRI Rigel, KRI Siwarak, dan kapal patroli Polairud. Korban yang selamat dievakuasi ke Pelabuhan Merak dan langsung mendapatkan pertolongan medis.
Respon Pemerintah dan Investigasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memimpin langsung tim investigasi untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya KM Virgo. "Kami akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kapal, termasuk inspeksi kondisi kapal, sertifikasi, dan kelengkapan keselamatan," kata Budi Karya di Jakarta.
Gubernur Banten Wahidin Halim memerintahkan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan psikologis kepada korban dan keluarga yang terkena dampak. "Kami juga akan membentuk tim khusus untuk membantu proses klaim asuransi dan pemulihan bagi para korban yang kehilangan barang bawaan," tambah Wahidin.
Basarnas mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan informasi yang tidak berdasarkan terkait kejadian ini. "Hanya informasi resmi dari Basarnas dan pemerintah yang dapat dipercaya. Kami juga mohon doa dan dukungan dari masyarakat untuk korban dan keluarganya," pungkas Budiawan.
Operasi pencarian diperkirakan akan berlanjut hingga semua korban berhasil ditemukan. Basarnas menyatakan akan menambah alat berat dan tim penyelam untuk mempercepat proses pencarian di area yang diduga berada di sekitan puing-puing kapal.
Komentar (0)