16, 2026
Ekonomi

Harga Perak Hari Ini 15 September 2026 Turun, Cek Rinciannya

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Perak Turun pada 15 September 2026

Harga perak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 15 September 2026. Komoditas logam mulia ini ditutup lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan tekanan jangka pendek di pasar. Menurut data terkini dari Bursa Logam Dunia, harga perak spot untuk pengiriman segera ditutup pada level US$22,45 per troy ounce, turun 0,8% dari penutupan sebelumnya di US$22,63 per troy ounce.

Faktor Penyebab Penurunan Harga

Beberapa faktor turun menjadi pemicu penurunan harga perak pada hari ini. Pertama, penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,3% menjadi level 103,2, mencatatkan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Kedua, data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi mendorong harapan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama. Hal ini mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga.

Ketiga, meskipun konflik geopolitik tertentu masih berlangsung, sentimen pasar relatif tenang mengurangi permintaan safe haven seperti emas dan perak. Investor cenderung lebih memilih aset berisiko lebih tinggi di tengah penguatan ekonomi global.

Reaksi Pasar dan Sentimen Investor

Dalam perdagangan spot, perak bergerak dalam kisaran US$22,10 hingga US$22,80 per troy ounce. Volume perdagangan di Bursa Logam London mencapai 45.000 lot pada sesi Rabu, sedikit lebih rendah dari rata-rata 30 hari sebesar 48.000 lot, menunjukkan minat yang agak terbatas.

Para analis di Wall Street memiliki pandangan beragam mengenai prospek harga perak. "Meskipun ada tekanan jangka pendek, fundamental jangka panjang untuk perak tetap kuat karena permintaan industri dan investasi yang stabil," kata John Anderson, analis senior di Metal Focus Group.

Sementara itu, Sarah Mitchell dari Morgan Stanley lebih skeptis, meramalkan harga perak akan bergerak sideways di kisaran US$21-US$24 per troy ounce selama kuartal keempat 2026. "Kami melihat dolar AS tetap kuat dan suku bunga tinggi akan terus menjadi hambatan bagi logam mulia," tambahnya.

Permintaan Industri vs Investasi

Permintaan perak industri yang mencakup elektronik, panel surya, dan medis tetap menjadi pendorong utama harga. Menurut World Silver Survey 2026, permintaan industri perak diperkirakan mencapai 525 juta ounce pada tahun ini, meningkat 3% dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, permintaan untuk tujuan investasi seperti koin dan logam batangan menunjukkan fluktuasi. Penjualan koin perak di Amerika Serikat turun 8% secara tahunan pada Agustus 2026, sementara di Eropa meningkat 5% menanggapi ketidakpastian ekonomi regional.

Perkiraan Harga Jangka Pendek

Untuk sesi perdagangan Kamis, 16 September 2026, para analis memperkirakan perak akan bergerak dalam rentang US$22,20-US$22,75 per troy ounce. Data inflasi yang akan dirilis dari zona Euro dan Amerika Serikat di akhir pekan ini menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah harga selanjutnya.

"Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, ini dapat memberikan dukungan bagi harga perak. Namun, jika inflasi lebih sticky dari yang diharapkan, dolar AS mungkin akan terus menguat dan menekan harga," kata David Chen, kepala strategi komoditas di DBS Bank.

Secara teknis, perak berada di bawah tekanan turun dengan support dekat US$22,00 per troy ounce. Jika level ini pecah, penurunan lebih lanjut menuju US$21,50 menjadi mungkin. Di sisi lain, perlawanan kuat diperkirakan di area US$22,80-US$23,00.

Strategi Investor

Bagi investor yang tertarik dengan perak, para ahli menyarankan pendekatan berhati-hati. "Ditengah volatilitas saat ini, averaging down pada posisi yang sudah ada dapat menjadi strategi yang bijak, tetapi entry baru sebaiknya dilakukan setelah ada konfirmasi pembalikan tren," menurut Lisa Wong, direktur investasi di Silverstone Capital.

Untuk investor jangka panjang, para analis menekankan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mengubah fundamental yang mendukung perak sebagai instrumen diversifikasi portofolio dan perlindungan inflasi jangka panjang.

Perak telah meningkat sekitar 12% sejak awal tahun 2026, meskipun fluktuasi mingguan terjadi. Logam ini masih tertinggal dibandingkan emas yang naik 18% dalam periode yang sama, menunjukkan bahwa perak memiliki volatilitas yang lebih tinggi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter