<p> </p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIg1li8wON__T8vgyWi8GHNcamziYFqDAFq25pN-9fMgIYP_8MURhwcv257dIsNbafc7iLfMYTNlSEklPMzMJw8B1z25xFjY6rAtvJUMEO2lVK0xUlWVRi4sT_2b9lqrtIIcf0v7xn_k6PRMq3KJ-LS3B-Nw2ca1grI2JLSvw_Phq6yellWV_jL5uPug8/s1280/IMG-20260915-WA0005.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIg1li8wON__T8vgyWi8GHNcamziYFqDAFq25pN-9fMgIYP_8MURhwcv257dIsNbafc7iLfMYTNlSEklPMzMJw8B1z25xFjY6rAtvJUMEO2lVK0xUlWVRi4sT_2b9lqrtIIcf0v7xn_k6PRMq3KJ-LS3B-Nw2ca1grI2JLSvw_Phq6yellWV_jL5uPug8/s320/IMG-20260915-WA0005.jpg" width="320" /></a></div><br /><p></p><p>_Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_</p><p><br /></p><p>Jakarta, 14 September 2026 — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sehat dan kredibel akan menjadi prioritasnya setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.</p><p><br /></p><p>Menurutnya, prioritas tersebut sejalan dengan arahan yang diberikan Prabowo kepadanya.</p><p><br /></p><p>Suahasil menjelaskan bahwa Prabowo memintanya untuk terus menjaga pengelolaan dan kredibilitas APBN mengingat keuangan negara adalah instrumen penting dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah.</p><p><br /></p><p>"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil usai Pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9).</p><p><br /></p><p>Untuk memperkuat pengelolaan tersebut, Suahasil mengatakan akan melanjutkan pengelolaan keuangan negara yang selama ini dijalankan Kementerian Keuangan, dengan menjadikan APBN sebagai motor pertumbuhan sekaligus stabilisator ekonomi domestik.</p><p><br /></p><p>Selain itu, ia berkomitmen untuk mengomunikasikan APBN kepada masyarakat secara transparan guna meningkatkan kepercayaan publik.</p><p><br /></p><p>Suahasil juga menegaskan komitmennya menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Berdasarkan data Kementerian Keuangan per akhir Juni 2026, realisasi defisit APBN mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB.</p><p><br /></p><p>"Dan saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah," tutur dia.</p><p><br /></p><p>Lebih lanjut, Suahasil menambahkan bahwa efisiensi belanja juga menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan pemerintah.</p><p><br /></p><p>Menurutnya, efisiensi bukan semata-mata berarti mengurangi belanja negara. Lebih dari itu, efisiensi diarahkan untuk memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan menghasilkan keluaran (output) yang optimal dan sesuai dengan perencanaan.</p><p><br /></p><p>“Tentu kita selalu mencari belanja yang lebih efisien, tetapi menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” ucapnya.</p><p><br /></p><p>Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Prabowo agar APBN dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.</p><p><br /></p><p>"Saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan semoga saya bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden," pungkas dia.</p>
Pesan Prabowo ke Menkeu Suahasil: APBN Harus Sehat, Kredibel, dan Bisa Stabilkan Ekonomi RI*
← Artikel Sebelumnya
Konten Kreator Ini Tetap Rahasiakan Identitas, Padahal Sering Bikin Konten Be...
Artikel Selanjutnya →
Komentar (0)