Kapolri Harap Penerima Kompolnas Awards 2026 Jadi Role Model
Upaya peningkatan profesionalisme dan integritas dalam kepolisian Indonesia kembali ditandai dengan diselenggarakannya Kompolnas Awards 2026. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka acara penghargaan tingkat nasional ini dengan harapan para penerima penghargaan dapat menjadi teladan atau role model bagi seluruh personel Polri.
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan pentingnya penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap prestasi luar biasa yang dicapai oleh anggota Polri di berbagai bidang tugas. "Kompolnas Awards bukan sekadar seremoni, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun budaya positif di tubuh Polri," ujar Sigit saat membuka acara di Jakarta, Rabu (15/3/2026).
Penghargaan dalam Berbagai Kategori
Kompolnas Awards 2026 diselenggarakan dalam beberapa kategori yang mencakup aspek kinerja, inovasi, integritas, serta kontribusi terhadap masyarakat. Kategori yang diperebutkan antara lain Polisi Teladan, Inovator Polisi, Polisi Humanis, hingga penghargaan khusus dalam penanganan tindak pidana khusus.
Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Drs. Arief Rachman, M.Si., menjelaskan bahwa mekanisme seleksi penerima penghargaan ini melalui proses yang ketat dan transparan. "Setiap nominasi melalui penilaian berbasis bukti dan data yang valid. Tim penilai terdiri dari unsur Kompolnas, akademisi, praktisi hukum, dan tokoh masyarakat," jelas Arief.
Sebanyak 50 nominasi masuk dalam seleksi final Kompolnas Awards 2026, yang kemudian disaring menjadi 10 kandidat untuk setiap kategori. Dari 10 kandidat tersebut, hanya tiga yang akan dipilih sebagai pemenang untuk setiap kategori.
Peningkatan Budaya Positif di Tubuh Polri
Kapolri menegaskan bahwa diselenggarakannya Kompolnas Awards bertujuan untuk membangun budaya positif di tubuh Polri. "Kita ingin menciptakan lingkungan di mana prestasi dan integritas dihargai, sehingga semakin banyak anggota yang termotivasi untuk memberikan performa terbaik," ujar Sigit.
Salah satu penerima penghargaan tahun ini, Komisaris Polisi (Kompol) Budi Santoso dari Polda Jawa Barat, mengaku terhormat menerima penghargaan dalam kategori Polisi Teladan. "Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh tim yang bekerja sama dalam penanganan kasus narkotika di wilayah Polda Jabar," ujar Budi usai menerima penghargaan.
Sementara itu, penerima penghargaan dalam kategori Inovator Polisi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maya Sari dari Polda Metro Jaya, mempresentasikan inovasi sistem pemantauan keamanan berbasis teknologi yang dikembangkannya. "Sistem ini telah membantu penanganan kas pencurian kendaraan bermotor di Jakarta sebesar 40 persen," jelas Maya.
Komitmen Terhadap Reformasi Polri
Diselenggarakannya Kompolnas Awards 2026 sejalan dengan komitmen Polri terhadap reformasi institusi yang berkelanjutan. Kapolri menekankan bahwa penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.
"Reformasi Polri adalah proses yang tidak berhenti. Melalui penghargaan seperti ini, kita ingin mendorong seluruh jajaran untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambah Sigit.
Kompolnas sebagai lembaga kontrol kinerja Polri juga menegaskan akan terus melakukan supervisi dan evaluasi terhadap kinerja Polri. "Penghargaan ini hanya bagian dari upaya bersama. Kami akan terus bekerja sama dengan Polri untuk memastikan kinerja yang semakin baik dan profesional," ujar Arief Rachman.
Acara Kompolnas Awards 2026 dihadiri oleh pejabat tinggi Polri, unsur Kompolnas, akademisi, serta tokoh masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kapolri kepada para penerima penghargaan di Gedung Sasmita Dharma, Mabes Polri, Jakarta.
Komentar (0)