Rosan Tegaskan Kualitas Layanan Jadi Kunci Iklim Investasi Kondusif, Kementan Raih Predikat Terbaik
Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan publik menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini disampaikan oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dalam acara peresmian Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Pertanian, yang baru-baru ini diresmikan.
Menurut Rosan Roeslani, kualitas layanan yang prima akan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di sektor pertanian. "Investor tidak hanya melihat potensi sumber daya alam, tetapi juga kemudahan dan kepastian dalam proses bisnis. Kualitas layanan publik yang baik akan menciptakan kepastian hukum dan prosedur yang transparan," ujar Rosan saat membuka acara tersebut.
Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Kementerian Pertanian berhasil meraih predikat terbaik dalam penilaian kualitas layanan publik menurut Laporan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (LPPP) tahun 2023. Kementan berhasil mempertahankan peringkat pertama sejak tahun 2021, menunjukkan komitmen yang konsisten dalam meningkatkan kualitas layanan.
"Peningkatan kualitas layanan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kompetitif dan menarik bagi investor," kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pertanian, Agung Hendriawan.
PTSP Kementerian Pertanian yang baru diresmikan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan pelayanan terpadu bagi para pelaku usaha di sektor pertanian. Dengan satu pintu, investor dan pelaku usaha tidak perlu lagi berpindah-pindah kantor untuk memperoleh izin dan layanan yang diperlukan.
Strategi Meningkatkan Daya Saing Sektor Pertanian
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, untuk mewujudkannya diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan kebijakan yang mendukung.
"Kita perlu membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan infrastruktur yang baik dan kebijakan yang kondusif, sektor pertanian akan mampu menarik investasi domestik maupun asing," tambahnya.
Kementerian Pertanian saat ini sedang fokus mengembangkan sektor pertanian modern yang berbasis teknologi. Digitalisasi di sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sehingga menarik bagi investor yang mencari peluang di bidang teknologi pertanian.
Dukungan Terhadap Pelaku Usaha Kecil
Selain menarik investor besar, Kementerian Pertanian juga berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian. Rosan menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian desa.
Untuk mendukung UMKM, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan pelatihan, akses pembiayaan, dan pasar yang lebih luas. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Visi Jangka Panjang
Menurut Rosan Roeslani, visi jangka panjang Kementerian Pertanian adalah mengubah sektor pertanian menjadi sektor yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. "Kita ingin melihat Indonesia tidak hanya sebagai produsen pertanian, tetapi juga sebagai inovator dalam teknologi pertanian," ujarnya.
Dengan komitmen terhadap kualitas layanan publik dan dukungan terhadap pelaku usaha, Kementerian Pertanian percaya dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi sektor pertanian. Hal ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rosan menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat merupakan kunci kesuksesan dalam mewujudkan visi ini. "Kita perlu bekerja sama untuk membangun sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan untuk generasi masa depan," tutupnya.
Komentar (0)