17, 2026
Politik

Gibran Minta Maaf Kalsel Belum Pulih dari Asap Karhutla

Wakil Presiden Gibran Rakabuming minta maaf kondisi di Kalimantan Selatan belum pulih akibat karhutla. Ia berkomitmen maksimal dalam penanganan situasi ini.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gibran Minta Maaf Kalsel Belum Pulih dari Asap Karhutla

Gibran Minta Maaf atas Kondisi Asap Masih Mencekam di Kalimantan Selatan

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Khairul Anwar Noor meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi asap kabut yang masih mencekam di beberapa wilayah, meski musim kemarau telah berakhir. Permintaan maaf ini disampaikan setelah dilaporkan masih ada wilayah di Kalsel yang terdampak asal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi Asak Masih Berlanjut di Beberapa Wilayah

Meskipun secara umum musim kemarau telah berakhir dan curah hujan mulai meningkat di beberapa bagian Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menjadi masalah serius di beberapa wilayah. Gubernur Khairul Anwar Noor mengakui bahwa upaya penanganan asap masih belum sepenuhnya membuahkan hasil.

"Saya mohon maaf atas kondisi ini. Meski musim hujan tiba, asap masih terasa di beberapa titik," ujar Khairul dalam konferensi pers yang diadakan di Banjarmasin, Rabu (28/2/2024). Gubernur menjelaskan bahwa meskipun kebakaran besar-besaran telah berhasil dipadamkan, masih ada titik-titik panas yang menyebabkan asap masih terdengar di beberapa wilayah.

Penanganan Asak Masih Terus Dilakukan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah asak. Salah satunya adalah melalui operasi pemadam kebakaran yang terus berjalan 24 jam. Selain itu, pemerintah juga telah mengantisipasi dampak kesehatan akibat asak dengan menyediakan masker gratis dan pusat kesehatan untuk masyarakat yang terdampak.

"Kami terus melakukan patroli di daerah rawan kebakaran. Tim kami sudah siaga 24 jam untuk segera menangani apabila ada api yang muncul," jelas Khairul. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menangani masalah ini secara menyeluruh.

Dampak Asak terhadap Kesehatan Masyarakat

Kondisi asak yang masih berlanjut tentu memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernafasan akibat asak masih tinggi terutama di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan area kebakaran.

"Kami mendorong masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat keluar rumah terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit paru-paru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. H. Muhlisin. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rumah sakit dan puskesmas untuk menangani pasien yang terkena dampak asak.

Mitigasi Jangka Panjang

Untuk mengatasi masalah asak secara jangka panjang, pemerintah provinsi berencana melakukan berbagai upaya mitigasi. Salah satunya adalah melalui program penanaman kembali pohon di area terdampak kebakaran. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih parah di musim kemarau berikutnya.

"Kami juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar," jelas Khairul. Ia berharap dengan berbagai upaya ini, masalah asak di Kalimantan Selatan dapat segera tuntas dan tidak akan berulang di masa depan.

Sebagai wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi setiap musim kemarau, Kalimantan Selatan memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan bencana asak dapat diminimalisir dan tidak lagi meresahkan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter