AMBON — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Maluku Tengah, Maluku. Getaran yang terasa cukup kuat membuat warga yang tengah beraktivitas berhamburan keluar rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di wilayah Maluku Tengah dengan kedalaman yang tergolong dangkal. Berdasarkan skala intensitas, getaran diperkirakan dirasakan dalam skala III hingga IV MMI di sejumlah kecamatan, artinya guncangan terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas. Sebagian warga mengaku merasakan guncangan selama beberapa detik, disertai suara gemuruh dari dalam tanah.
Warga Berhamburan, Kewaspadaan Meningkat di Maluku Tengah
Di sejumlah desa pesisir dan wilayah perkotaan, warga langsung berlarian ke tempat terbuka begitu merasakan getaran. Anak-anak sekolah tampak menunggu di halaman sekolah sambil menunggu arahan guru, sementara pedagang pasar dan pegawai perkantoran ikut mengungsi ke titik-titik aman. Di wilayah pesisir, sejumlah nelayan yang tengah bersiap melaut ikut turun dari perahu dan berkumpul di pantai sebelum akhirnya kembali beraktivitas. Situasi sempat tegang, namun berangsur tenang setelah getaran berhenti dan tidak muncul tanda-tanda gempa susulan yang lebih besar.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Maluku merupakan daerah rawan gempa karena berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif. Masyarakat Maluku Tengah yang telah terbiasa dengan aktivitas seismik tetap dituntut waspada, terutama terhadap bangunan yang tidak tahan gempa serta potensi longsor di wilayah perbukitan dan tebing pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Informasi awal menunjukkan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun warga pesisir tetap diminta memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal-kanal yang terpercaya.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak di seluruh wilayah Maluku Tengah. Meski belum ada laporan kerusakan, warga diimbau tetap siaga dan mengutamakan keselamatan, termasuk mempersiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul aman bagi keluarga masing-masing.
Komentar (0)