17, 2026
Nasional

Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Kelima jurnalis yang tengah meliputi erupsi Gunung Anak Krakatau pada akhir Desember lalu masih belum ditemukan hingga hari ini. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan berbagai metode untuk menemukan korban yang diduga tertimbun longsoran atau terbawa arus laut akibung erupsi tersebut.

Liputan Erupsi yang Menjadi Penantang Terakhir

Kelima wartawan tersebut adalah Rizki Fachriansyah (TVOne), Muhammad Syaugi (detikcom), serta tim dari RRI Bandar Lampung yang terdiri dari Heriawan, Eriwan, dan Agus. Mereka berangkat ke lokasi pada Selasa, 25 Desember 2018, untuk meliputi aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang menunjukkan peningkatan aktivitas beberapa hari sebelumnya.

Menurut rencana awal, tim jurnalis tersebut akan meliputi aktivitas gunung dari arah pantai di Selat Sunda. Namun, pada siang hari tanggal 26 Desember, Gunung Anak Krakatau tiba-tiba erupsi dengan sangat dahsyat. Erupsi tersebut mengakibatkan longsoran material vulkanik yang sangat besar dan tsunami yang melanda pesisir barat Sumatra dan selatan Jawa.

Kontak terakhir dengan kelima jurnalis terjadi sebelum erupsi terjadi. Mereka sempat mengirimkan beberapa laporan singkat tentang kondisi gunung yang semakin memburuk. Setelah itu, komunikasi terputus secara tiba-tiba.

Upaya Pencarian yang Terus Berlanjut

Sejak kejadian itu, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta relawan terus melakukan pencarian. Pencarian dilakukan di darat, di laut, maupun udara untuk menemukan kelima jurnalis yang masih dianggap hilang.

Sampai hari ini, tim SAR telah menemukan beberapa barang pribadi yang diduga milik korban, termasuk sebagian peralatan liputan. Namun, mayat atau korban hidup belum berhasil ditemukan.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Kehilangan kelima jurnalis ini mendapat respons dari berbagai pihak. Komisi Informasi dan Pers Indonesia (KIPI) menyatakan duka yang mendalam atas kejadian ini. "Kita berdua cita atas hilangnya saudara-saudara kita yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," ujar Ketua KIPI, Eko Maryadi.

Media tempat bekerja para jurnalis juga menyatakan dukungan penuh. TVOne, detikcom, dan RRI menggelar doa bersama untuk kelima wartawan mereka. "Kami berharap mereka bisa ditemukan dengan selamat," ujar Direktur RRI, Iwan Haryono.

Warga sekitar lokasi kejadian juga turut membantu proses pencarian. Mereka menyediakan informasi dan membantu tim SAR dalam mencari korban di area-area sulit dijangkau.

Risiko dalam Meliputan Bencana Alam

Kejadian ini menyorris pentingnya keselamatan jurnalis saat meliputi bencana alam. Liputan erupsi gunung berapi, tsunami, atau bencana alam lainnya memang memerlukan kehati-hatian ekstra.

Pemerintah sendiri dikabarkan akan membentuk kebijakan baru mengenai keselamatan jurnalis saat meliputi bencana alam. Kebijakan ini akan memastikan jurnalis tetap aman saat melaporkan berita di lokasi bencana.

Mengenang Jasa Para Jurnalis

Meski masih dalam pencarian, jasa kelima jurnalis ini tidak akan dilupakan. Mereka telah memberikan kontribusi penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai kejadian, termasuk bencana alam.

Kelima jurnalis yang hilang dikenal sebagai pribadi yang profesional dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistik. Mereka telah mengabdikan dirinya untuk memberikan informasi yang berkualitas kepada publik.

Sampai saat ini, keluarga para jurnalis masih menanti kabar harapan tentang keberadaan mereka. Doa dan dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk para jurnalis yang masih dianggap hilang di tengah samudra Anak Krakatau.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter