18, 2026
Ekonomi

BTN Genjot Bisnis di Luar KPR, Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30%

Bank Tabungan Negara (BBTN) targetkan rasio kredit non-perumahan 30% pada 2030.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

BTN Genjot Bisnis di Luar KPR, Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30%

BTN Genjot Bisnis di Luar KPR, Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30%

Bank Tabungan Negara (BTN) semakin gencar mengembangkan bisnis di luar produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Perseroan menargetkan porsi kredit non-perumahan dapat mencapai 30% dari total kredit yang diberikan. Target ini menjadi bagian dari strategi perluasan usaha BTN untuk mengurangi ketergantungan pada sektor perumahan yang selama ini menjadi andalan utama.

Strategi Diversifikasi Bisnis

Sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, BTN sadar akan pentingnya diversifikasi bisnis. Kepala Eksekutif BTN, Maryono, mengungkapkan bahwa perseroan sedang mengembangkan berbagai produk non-perumahan guna menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam. "Kami tidak ingin hanya bergantung pada KPR. Sektor perumahan memiliki siklus sendiri dan kami perlu membangun fondasi yang lebih kuat dengan mengembangkan bisnis lain," ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Target 30% untuk kredit non-perumahan merupakan peningkatan signifikan dari kondisi saat ini. Saat ini, porsi kredit non-perumahan baru sekitar 15-20% dari total portofolio BTN. Perseroan berencana mencapai target ini dalam kurun waktu tiga tahun ke depan dengan mengembangkan berbagai macam produk.

Produk-Produk Non-Perumahan yang Dikembangkan

BTN telah meluncurkan berbagai produk non-perumahan untuk menarik segmen nasabah yang lebih luas. Di antaranya adalah produk kredit untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), konsumen ritel, serta korporasi. Untuk segmen UMKM, BTN menawarkan kredit modal kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis nasabah.

"UMKM merupakan sektor yang potensial dan kami melihat peluang besar di sini. Banyak UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya," jelas Maryono. Selain itu, BTN juga memperkuat layanan untuk segmen konsumen ritel dengan menawarkan produk seperti kendaraan bermotor, elektronik, dan pembiayaan pendidikan.

Untuk korporasi, BTN sedang mengembangkan bisnis treasury dan multinasional banking. Perseroan menargetkan perusahaan BUMN dan swasta nasional sebagai klien utama dalam segmen ini. "Kami ingin menjadi mitra bagi perusahaan dalam mengelola keuangan dan transaksi bisnis mereka," tambahnya.

Ekspansi di Sektor Properti Komersial

Selain produk kredit, BTN juga melirik sektor properti komersial. Perseroan berencana meningkatkan pembiayaan untuk proyek seperti perkantoran, perhotelan, dan pusat perbelanjaan. "Properti komersial memiliki potensi yang baik karena kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi," ungkap Direktur Bisnis BTN, Budi Santoso.

BTN akan memprioritaskan proyek-proyek yang berlokasi di kota-kota besar dan berkembang. Perseroan juga akan bekerja sama dengan pengembang properti terkemuka untuk mengembangkan proyek-proyek komersial yang berkelanjutan.

Peningkatan Layanan Digital

Untuk mendukung strategi diversifikasi ini, BTN terus mengembangkan layanan digital. Perseroan telah meningkatkan fitur aplikasi mobile banking dan internet banking agar nasabah dapat melakukan berbagai transaksi dengan mudah. "Digitalisasi adalah kunci untuk mencapai efisiensi dan meningkatkan pengalaman nasabah," kata Budi.

BTN juga memperkenalkan layanan verifikasi digital untuk mempercepat proses pengajuan kredit. Dengan teknologi yang canggih, nasabah dapat mengajukan kredit secara online dan mendapatkan keputusan yang lebih cepat.

Target Pertumbuhan 2024

Untuk tahun 2024, BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12-15%. Target ini sejalan dengan rencana diversifikasi bisnis yang sedang digalakkan. "Kami optimis dapat mencapai target pertumbuhan ini dengan dukungannya dari berbagai produk yang kami kembangkan," ujar Maryono.

Selain itu, BTN juga menargetkan peningkatan laba sebesar 15-20% pada tahun 2024. Peningkatan laba ini diharapkan berasal dari berbagai sumber pendapatan, termasuk dari komisi, fee, dan bunga dari produk non-perumahan.

Tantangan yang Dihadapi

Meski optimis, BTN mengakui ada tantangan dalam mewujudkan target diversifikasi ini. Persaingan di sektor perbankan semakin ketat, terutama dalam menarik segmen UMKM dan konsumen ritel. Selain itu, volatilitas ekonomi global juga dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Kami siap menghadapi tantangan ini dengan terus berinovasi dan memahami kebutuhan nasabah. Kami percaya dengan strategi yang tepat, kami dapat mencapai target yang telah ditetapkan," pungkas Maryono.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter