18, 2026
Ekonomi

Kapolri: Keberhasilan Polri Diukur dari Kepercayaan Publik, Bukan Sekadar Penghargaan

Kapolri Jenderal Sigit menegaskan keberhasilan Polri diukur dari kepercayaan publik, bukan hanya penghargaan. Dia mendorong inovasi dan pelayanan optimal.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapolri: Keberhasilan Polri Diukur dari Kepercayaan Publik, Bukan Sekadar Penghargaan

Keberhasilan Polri Diukur dari Kepercayaan Publik, Bukan Sekadar Penghargaan

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri bukanlah berdasarkan jumlah penghargaan yang diterima, melainkan dari tingkat kepercayaan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara rutin internal Polri beberapa waktu lalu, yang menunjukkan komitmennya untuk membangun institusi kepolisian yang lebih dekat dengan rakyat.

Menurut Kapolri, penghargaan yang diterima oleh anggota Polri adalah bukti apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut bukanlah tujuan utama. "Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri," ujar Sigit dalam sambutannya.

Perubahan Paradigma Kepolisian

Sigit menjelaskan bahwa pihaknya sedang mendorong perubahan paradigma dalam sistem kepolisian Indonesia. Fokus utamanya adalah beralih dari polisi yang hanya fokus pada penegakan hukum menjadi polisi yang juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat. "Kita ingin Polri tidak hanya dikenal sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai penjaga keamanan yang dekat dengan masyarakat," tambahnya.

Untuk mewujudkan hal ini, Polri di bawah kepemimpinan Sigit sedang melakukan sejumlah reformasi, termasuk peningkatan profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penguatan integritas. Selain itu, Polri juga berupaya meningkatkan layanan publik melalui digitalisasi berbagai layanan kepolisian agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas

Salah satu upaya untuk membangun kepercayaan publik adalah melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Polri saat ini sedang mengembangkan sistem pelaporan yang lebih terbuka dan aksesibel bagi masyarakat. "Kita ingin masyarakat dapat dengan mudah melihat kinerja Polri dan melaporkan segala bentuk penyimpangan yang mereka alami," ujar Sigit.

Sigit juga menekankan pentingnya adanya kontrol sosial terhadap kinerja Polri. Menurutnya, masyarakat memiliki peranan penting dalam mengawasi kinerja aparat kepolisian. "Kepatuhan terhadap hukum dan disiplin adalah kunci utama untuk membangun institusi yang profesional dan terpercaya," tambahnya.

Fokus pada Pencegahan Bukan Penindakan

Polri di bawah kepemimpinan Sigit juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Alih-alih hanya fokus pada penindakan setelah terjadi kejahatan, Polri kini lebih memprioritaskan pencegahan melalui berbagai program seperti pelatihan kewaspadaan masyarakat, pembinaan karakter generasi muda, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

"Pencegahan lebih baik daripada penindakan. Dengan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keamanan, kita dapat mengurangi angka kejahatan secara signifikan," jelas Sigit.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun ada komitmen untuk membangun kepercayaan publik, Sigit mengakui bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi Polri. Salah satu tantangan utama adalah perubaan pola kejahatan yang semakin kompleks dan canggih, terutama dalam era digital. "Kita harus terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas untuk menghadapi tantangan-tantangan baru ini," ujarnya.

Selain itu, stigma negatif yang masih melekat pada institusi kepolisian juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, Polri terus berupaya melakukan reformasi dari dalam dan membangun citra positif melalui berbagai program yang berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan semakin meningkatnya kepercayaan publik, Sigit optimis bahwa Polri dapat menjadi institusi yang benar-benar melayani dan melindungi masyarakat. "Kepolisian untuk rakyat, oleh rakyat, dan bersama rakyat adalah moto yang akan terus kita jalankan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter