17, 2026
Nasional

Breaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu Jakarta

Kepulauan Seribu Jakarta diguncang gempa bumi berkekuatan hingga magnitudo 5,9]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Breaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu Jakarta

Gempa Bumi M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta pada Rabu (15/3) sekitar pukul 11:30 WIB. Gempa yang berpusat di laut dangkal 92 kilometer barat laut dari Kepulauan Seribu ini menimbulkan panik di masyarakat sekitar dan menyebabkan beberapa kerusakan ringan di sejumlah pulau.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dirasakan hingga ke Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan sekitarnya dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III. Beberapa warga melaporkan merasakan getaran yang cukup kuat dan berlangsung selama beberapa detik.

Kondisi Pasca Gempa

Setelah gempa, warga di sekitar Kepulauan Seribu langsung melakukan evakuasi ke tempat yang dianggap lebih aman. Beberapa warga di Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Kelapa melaporkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga. Kerusakan berupa retak-retak pada dinding dan atap rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Junaedi, mengatakan tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kerusakan. "Kami sudah mengirim tim ke sejumlah pulau untuk memastikan kondisi di sana. Saat ini belum ada laporan korban jiwa namun ada beberapa kerusakan ringan yang kami catat," ujar Junaedi.

Di Jakarta, gempa juga menyebabkan beberapa gedung pencakar langit di kawasan Sudirman-Thamrin melakukan evakuasi sementara. Ratusan karyawan dievakuasi ke luar gedung sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu yang lebih buruk. Namun, setelah dievaluasi, seluruh gedang dinyatakan aman dan karyawan dapat kembali bekerja.

Tanggapan Pemerintah

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, langsung memimpin rapat koordinasi pasca gempa. Dalam rapat tersebut, Anies meminta seluruh instansi terkait untuk siaga dan melakukan monitoring terhadap dampak gempa. "Kami meminta BPBD, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk siaga penuh. Jangan sampai ada warga yang terluka atau terjebak dalam kondisi berbahaya," ujar Anies.

Anies juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak berdasar. "Gempa ini bukanlah gempa yang berpotensi tsunami. Kedalamannya dangkal dan sudah tidak ada aktivitas gempa susulan yang signifikan," jelasnya.

Kondisi Geografis dan Sejarah Gempa di Jakarta

Kepulauan Seribu terletak di atas lempengan tektonik yang aktif. Wilayah ini berada di persimpangan beberapa lempengan, termasuk lempengan Eurasia dan Indo-Australia. Aktivitas tektonik ini menyebabkan wilayah Jakarta dan sekitarnya rawan gempa bumi.

Sejarah mencatat, Jakarta pernah mengalami beberapa gempa bumi yang cukau signifikan. Pada tahun 2004, gempa berkekuatan 7,5 Magnitudo mengguncang Jawa Barat dan dirasakan hingga Jakarta. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah dan menelan korban jiwa.

BMKG menyatakan, meskipun gempa kali ini terasa cukup kuat, potensi gempa susulan tidak terlalu besar. "Kami akan terus memantau aktivitas gempa di wilayah tersebut. Saat ini sudah tidak ada aktivitas gempa susulan yang signifikan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Insiden gempa kali ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya gempa bumi. BPDK DKI Jakarta menyatakan akan meningkatkan sosialisasi mengenai langkah-langkah antisipasi bencana gempa.

Di sisi lain, beberapa ahli geologi menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan faktase gempa. "Pembangunan gedung-gedung di wilayah rawan gempa harus memenuhi standar keamanan. Selain itu, perlu ada ruang terbuka yang cukup sebagai tempat evakuasi saat bencana terjadi," ujar Dr. Surya, seismolog dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, warga di Kepulauan Seribu meminta pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur di pulau-pulau tersebut. "Kami tinggal di pulau yang rawan gempa, namun infrastruktur masih banyak yang perbaikan. Kami harap pemerintah dapat memperhatikan ini," kata Ahmad, warga Pulau Pramuka.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh aktivitas di Kepulauan Seribu sudah berjalan normal kembali. Pemerintah terus memantau kondisi dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkapi respons penanganan bencana gempa kali ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter