Gempa Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Yogyakarta
Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah Kepulauan Seribu pada Rabu (15/11) pagi. Gempa yang berpusat di laut dangkal 157 kilometer barat daya Jakarta ini mengakibatkan getaran yang dirasakan hingga Yogyakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 08:15 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Dalam rilis resminya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa gempa terjadi akibatan aktivitas sesar lokal. "Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut. Meskipun berkekuatan sedang, gempa ini dirasakan cukup luas karena kedalamannya yang dangkal," ujar Daryono.
Dampak Gempa di Berbagai Wilayah
Getaran gempa terasa cukup kuat di Jakarta dan sekitarnya. Warga di beberapa wilayah seperti Jakarta Selatan, Tangerang, dan Bekasi melaporkan merasakan getaran yang berlangsung sekitar 15-30 detik. Beberapa warga pun panik dan langsung memutuskan untuk mengungsi ke tempat terbuka demi mengantisipasi dampak lebih lanjut.
"Sedang duduk di meja kerja tiba-tiba meja terasa bergetar. Awalnya kira-kira ada yang menggetarkan meja, tapi ternyata semakin kuat. Saya langsung berlari keluar rumah," cerita warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahmad Rizki.
Getaran gempa juga terasa hingga wilayah Banten dan Jawa Barat. Di wilayah Puncak, Bogor, warga melaporkan merasakan getaran yang cukup signifikan. Sementara itu di wilayah Yogyakarta, meskipun jauh dari pusat gempa, beberapa warga di sekitar Bantul dan Sleman juga melaporkan merasakan getaran lemah.
Tidak Waspada Tsunami
BMKG menyatakan bahwa gempa di Kepulauan Seribu tidak berpotensi tsunami. Meskipun begitu, masyarakat di pesisir diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang yang mungkin terjadi akibat gempa.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengimbau warga untuk tetap tenang. Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko darurat untuk mengantisipasi dampak gempa.
Kondisi Pasca Gempa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa. Pemerintah Daerah DKI Jakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pendatakan kerusakan di beberapa wilayah.
"Kami sudah mengirim tim ke beberapa titik untuk melakukan pendatakan kerusakan. Alhamdulillah hingga kini belum ada laporan kerusakan berat atau korban jiwa," ujar Kepala BPDK DKI Jakarta, Aris Junaidi.
Di beberapa gedung perkantoran di Jakarta, warga sempat panik dan melakukan evakuasi. Beberapa gedun bahkan sempat dievakuasi sementara untuk memastikan keamanan. Namun, setelah inspeksi dilakukan, gedung-gedung tersebut dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
Riwayat Gempa di Wilayah Jakarta
Wilayah Jakarta dan sekitarnya memang termasuk dalam zona rawan gempa. Menurut BMKG, wilayah ini berada di jalur Sunda yang merupakan jalur patahan aktif. Sebelumnya, pada tahun 2018, gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo juga mengguncang wilitat Lebak, Banten, yang berjarak sekitar 100 kilometer baratdaya Jakarta.
"Wilayah Jakarta dan sekitarnya memang memiliki potensi gempa meskipun tidak sebesar wilayah Jawa Barat atau Sumatera. Kita harus tetap waspada dan meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana," kata Daryono.
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi. Persiapan seperti mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, dan memahami tindakan saat gempa terjadi sangat penting untuk mengurangi risiko.
Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta berencana untuk melakukan evaluasi kembali standar gedung di wilayahnya terutama gedung-gedung yang berusia tua untuk memastikan keamanan gedung dari dampak gempa bumi.
Komentar (0)