17, 2026
Nasional

Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat hingga ke Daerah

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat hingga ke Daerah

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan perlunya memperkuat TNI hingga ke tingkat daerah untuk menjaga kedaulatan dan integritas negara. Menurutnya, ancaman yang dihadapi Indonesia semakin kompleks dan tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri itu sendiri.

Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Prabowo menjelaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan Indonesia telah berevolusi seiring perkembangan zaman. Ancaman ini tidak lagi berupa invasi militer konvensional, melainkan berbagai bentuk ancaman hybrid yang meliputi ekonomi, siber, informasi, dan geopolitik.

"TNI tidak lagi hanya fokus pada pertahanan teritorial semata, tetapi juga harus mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman non-militer yang dapat mengancam stabilitas nasional," ujar Prabowo.

Strategi Pertahanan yang Komprehensif

Prabowo mengemukakan strategi komprehensif untuk memperkuat TNI di daerah. Strategi ini meliputi peningkatan jumlah personel, modernisasi alutsista, serta pembangunan infrastruktur pertahanan di berbagai daerah, terutama di perbatasan dan wilayah maritim.

Untuk peningkatan jumlah personel, pemerintah berencana merekrut lebih banyak prajurit dari berbagai daerah, dengan mempertimbangkan karakteristik geografis dan kondisi setempat. Hal ini bertujuan agar TNI dapat lebih responsif dalam menghadapi situasi darurat di setiap daerah.

Sementara itu, modernisasi alutsista akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan operasional setiap satuan TNI. Alutsista yang dibeli akan disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.

"Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan militer yang hanya berpusat di ibu kota. Kita membutuhkan kehadiran TNI yang merata di seluruh Indonesia," tambahnya.

Pembangunan Infrastruktur Pertahanan

Salah satu langkah krusial dalam strategi ini adalah pembangunan infrastruktur pertahanan di daerah-daerah strategis. Prabowo menyebutkan bahwa pemerintakan akan membangun markas militer, fasilitas latihan, dan infrastruktur pendukung di berbagai daerah, terutama di perbatasan dan wilayah maritim.

"Infrastruktur pertahanan ini tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah. Banyaknya proyek infrastruktur pertahanan akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal," jelasnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara TNI dengan masyarakat sipil dalam menjaga keamanan nasional. Menurutnya, TNI tidak dapat beroperasi sendirian, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa.

Respons Terhadap Ancaman Hybrid

Prabowo menekankan bahwa ancaman hybrid yang dihadapi Indonesia semakin kompleks. Ancaman ini mencakup upaya degradasi ekonomi, perang siber, penyebaran hoaks, serta manipulasi geopolitik.

"Kita harus mengantisipasi berbagai skenario ancaman yang bisa terjadi. TNI harus siap menghadapi segala bentuk ancaman yang dapat mengancam kedaulatan dan integritas NKRI," tegasnya.

Untuk menghadapi ancaman-ancaman ini, TNI perlu membangun kapabilitas yang komprehensif, mulai dari intelijen, komunikasi, hingga respons cyber. Selain itu, TNI juga perlu membangun kolaborasi dengan lembaga intelijen sipil dan negara sekutu untuk menghadapi ancaman yang semakin global.

Visi Pertahanan Jangka Panjang

Prabowo mengemukakan visi pertahanan jangka panjang yang berfokus pada pembangunan pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan. Visi ini meliputi pengembalian industri pertahanan dalam negeri, peningkatan kualitas SDM TNI, serta pembangunan kultur pertahanan yang kuat di masyarakat.

"Industri pertahanan dalam negeri harus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor alutsista. Ini bukan hanya soal biaya, tetapi juga soal kedaulitan teknologi dan keamanan nasional," paparnya.

Dalam hal peningkatan kualitas SDM, Prabowo menyebutkan perlunya reformasi pendidikan militer yang lebih relevan dengan tantangan abad ke-21. Kurikulum pendidikan militer harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan jenis ancaman yang dihadapi.

"TNI harus menjadi institusi yang modern, adaptif, dan responsif terhadap perubahan. Kita tidak bisa berada di zona nyaman sementara ancaman terus berkembang," tutup Prabowo.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter