17, 2026
Teknologi

BNPB Maksimalkan OMC-Operasi Darat Padamkan Karhutla Riau hingga Kalimantan

BNPB intensifkan pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas dengan operasi modifikasi cuaca dan darat. Luas lahan terbakar capai 76.922,3 hektare.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BNPB Maksimalkan OMC-Operasi Darat Padamkan Karhutla Riau hingga Kalimantan

BNPB Maksimalkan OMC-Operasi Darat Padamkan Karhutla Riau hingga Kalimantan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan Operasi Manggala Curame (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau hingga Kalimantan. Operasi yang berlangsung sejak awal tahun ini melibatkan ribuan personel dari berbagai instansi terkait untuk memadamkan api yang menyebabkan kabut asap tebal di beberapa wilayah.

Penugasan Personel dan Alat Berat

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menugaskan sekitar 5.000 personel gabungan dari TNI/Polri, Basarnas, pemda, dan relawan untuk mengatasi karhutla. Personel tersebut tersebar di titik-titik api di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Kita lakukan penempatan personel secara strategis di lokasi-lokasi rawan kebakaran. Selain itu, kita juga menyiapkan 50 unit alat berat untuk membuka jalur akses menuju titik api," ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/3).

OMC yang digelar sejak Januari 2023 ini bertujuan untuk memastikan semua titik api dapat segera dipadamkan sebelum membesar. Personel yang diterjunkan dilengkapi dengan peralatan pemadam api ringan (PAK) dan pompa air untuk melakukan penyiraman langsung di lokasi kebakaran.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

BNPB juga melakukan berbagai upaya pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya adalah dengan melakukan pembasmi semut kayu (Coptotermes) yang menjadi salah satu penyebab utama karhutla. Selain itu, pihak juga melakukan penyiraman di sekitar area perbatasan hutan dan lahan untuk mencegah api menjalar.

"Kita juga melakukan penanaman pohon di sekitar area rawan kebakaran sebagai upaya jangka panjang. Selain itu, kita juga meningkatkan koordinasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan penjagaan terhadap potensi api," jelas Suharyanto.

Dalam operasi ini, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan pengendalian sumber emisi asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Pihak KLHK melakukan pemantauan kualitas udara secara rutin untuk mengetahui tingkat polusi yang terjadi.

Dampak Kabut Asap dan Tindakan Darurat

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kabut asap pekat yang menutupi wilayah tersebut. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam kesehatan terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit paru-paru.

"Kami telah menyiapkan posko kesehatan di beberapa titik untuk memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Selain itu, kami juga membagikan masker secara gratis untuk mencegah dampak negatif kesehatan," tambah Suharyanto.

Untuk menangani dampak kesehatan akibat kabut asap, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menyediakan fasilitas kesehatan darurat di wilayah terdampak. Selain itu, BNPB juga melakukan pendataan korban karhutla untuk memberikan bantuan langsung berupa sembako, tenda, dan alat-alat pendukung kehidupan lainnya.

Peran Masyarakat dan Teknologi

BNPB juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pencegahan karhutla. Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan melaporkan adanya titik api ke pihak berwenang melalui aplikasi yang telah disediakan.

"Kita juga menggunakan teknologi seperti satelit untuk pemantauan dini kebakaran hutan dan lahan. Dengan teknologi ini, kita bisa mendeteksi adanya titik api sejak dini agar bisa segera ditangani," ujar Suharyanto.

Selain itu, BNPB juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan penanaman pohon dan rehabilitasi lahan yang terbakar. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem hutan dan mencegah terulangnya kebakaran di masa depan.

Target Penyelesaian

Menurut Suharyanto, target utama dari OMC ini adalah memadamkan seluruh titik api sebelum musim kemarau tiba puncaknya pada bulan Juni hingga Juli. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

"Kita akan terus melakukan upaya maksimal untuk mengatasi karhutla. Semoga dengan sinergi antar instansi dan partisipasi masyarakat, kita bisa mewujudkan Indonesia bebas dari kebakaran hutan dan lahan," tutup Suharyanto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter