YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini kepada para nelayan di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, khususnya pada periode musim angin timuran yang masih berlangsung.
Gelombang Diperkirakan Capai Empat Meter
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta, termasuk Pantai Depok, Baron, Kukup, hingga Glagah, diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 4 meter. Kondisi ini dapat meningkat sewaktu-waktu seiring dengan kuatnya pola angin dari arah timur-tenggara yang bertiup dengan kecepatan hingga 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan tradisional. Karena itu, para nelayan yang menggunakan perahu kecil maupun kapal berukuran sedang diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut, terutama pada pagi dan sore hari ketika gelombang cenderung lebih besar.
"Kami mengimbau nelayan agar memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum berangkat melaut. Utamakan keselamatan, jangan memaksakan diri apabila kondisi gelombang dan angin sudah membahayakan," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta dalam keterangan resminya.
BMKG juga meminta para pengguna jasa kelautan, termasuk operator kapal wisata di kawasan Pantai Selatan, untuk menunda kegiatan hingga kondisi perairan kembali normal. Wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan pun diingatkan agar tidak berenang atau mendekati bibir pantai ketika gelombang tinggi terjadi karena risiko terseret arus yang sangat besar.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus musiman yang kerap terjadi pada periode Juni hingga Agustus, ketika angin timuran mendominasi wilayah selatan Indonesia dan memicu peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia. BMKG menyebut potensi gangguan gelombang tinggi diprakirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan akan terus dimutakhirkan melalui kanal informasi resmi.
Masyarakat pesisir dan para nelayan diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi infoBMKG, situs resmi, maupun media sosial BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini. Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi dapat diminimalkan selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.
Komentar (0)