18, 2026
Nasional

BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan Guncang Flores Sejak 15 Agustus

BMKG mencatat 14.993 gempa susulan di Flores, NTT, setelah gempa 7,7 M. Terbaru, gempa bermagnitudo 2,0 mengguncang Nagekeo. Informasi dapat berubah.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan Guncang Flores Sejak 15 Agustus

BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan Guncang Flores Sejak 15 Agustus

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 14.993 gempa susulan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, sejak gempa bumi utama berkekuatan 6,8 skala Richter melanda pada 15 Agustus 2023. Gempa utama tersebut telah menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu bangunan dan memaksa ribuan warga mengungsi ke tengah.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga hari ini meskipun intensitasnya telah menurun secara signifikan. "Kami terus memantau aktivitas gempa di wilayah Flores. Meskipun frekuensinya sudah berkurang, kami tetap waspada karena potensi gempa susulan dengan kekuatan sedang hingga kuat masih ada," ujarnya pada konferensi pers yang diadakan kemarin.

Menurut data BMKG, gempa susulan terbeser terjadi pada 17 Agustus dengan kekuatan 5,5 skala Richter. Gempa tersebut berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer, dan dirasakan hingga ke beberapa kabupaten sekitarnya termasuk Manggarai, Ngada, dan Ende.

Dampak Gempa Utama

Gempa bumi berkekuatan 6,8 SR yang terjadi pada 15 Agustus lalu telah menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Flores. Ratusan rumah rusak berat, ribu lainnya mengalami kerusakan sedang, dan puluhan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah mengalami kerusakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, Eko Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendatakan kerusakan akibat gempa. "Tim lapatan kami masih berada di lokasi untuk melakukan pendatakan kerusakan secara menyeluruh. Kami perkirakan kerusakan akan terus bertambah seiring semakin banyaknya laporan dari masyarakat," jelasnya.

Selain kerusakan fisik, gempa juga menyebabkan longsor di beberapa titik di perbukitan yang mengakibatkan akses jalan terputus. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri dan tim SAR terus berupaya membersihkan puing-puing dan memperbaiki jalan yang rusak untuk memulihkan akses di wilayah terdampak.

Status Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap mempertahankan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari ke depan. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyatakan bahwa status tersebut diperlukan untuk memastikan semua upaya penanganan bencana berjalan maksimal.

"Kami tetap dalam status tanggap darurat. Semua sumber daya yang ada akan kita fokuskan untuk penanganan bencana di Flores. Kami mohon agar masyarakat tetap tenang dan patuh kepada petugas di lapangan," ujar Viktor.

Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan berupa tenda, makanan, obat-obatan, dan alat kesehatan untuk membantu korban gempa. Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu koordinasi penanganan bencana.

Kondisi Geografis Wilayah

Flores adalah salah satu wilayah di Indonesia yang rawan gempa bumi karena terletak di jalur cincin api (ring of fire). Wilayah ini memiliki aktivitas tektonik yang tinggi karena berada di pertemuan beberapa lempeng bumi.

Daryono menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan merupakan hal yang wajar setelah terjadi gempa bumi utama. "Gempa susulan adalah bagian dari proses penyesuaian lempeng bumi setelah terjadi gempa utama. Frekuensi dan kekuatan gempa susulan akan berkurang seiring waktu," jelasnya.

BMKG terus memantau aktivitas gempa di wilayah Flores dan telah memasang seismometer di beberapa titik untuk memperoleh data yang lebih akurat. Data tersebut akan digunakan untuk memprediksi aktivitas gempa di masa depan.

Mitigasi Bencana

Menanggapi gempa bumi yang terjadi, BMKG menekankan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan gempa. "Kita perlu membangun infrastruktur yang tahan gempa dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah antisipasi saat terjadi gempa," kata Daryono.

Pemerintah daerah diminta untuk memperhatikan perencanaan tata ruang agar tidak membangun bangunan vital di zona rawan bencana. Selain itu, pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan secara berkala di masyarakat.

Masyarakat di wilayah Flores diminta untuk tetap waspada namun tidak panik. Informasi terkait aktivitas gempa dapat diakses melalui aplikasi atau situs resmi BMKG.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter