17, 2026
Nasional

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual di Klub: Aku Nggak Kenal Sama Mereka

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/14/6aa740c93da89-betrand-peto-dan-anw-korban-dugaan-pelecehan-seksual_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Betrand Peto Bantah Lakukan Pelecehan Seksual di Klub: Aku Nggak Kenal Sama Mereka

Artis Betrand Peto memberikan klarifikasi tegas terkait dugaan pelecehan seksual yang menjerat namanya. Melalui unggahan di media sosial, Betrand Peto membantak keras perihal tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal korban yang mengaku menjadi sasaran pelecehan di sebuah klub.

Dalam unggahannya, Betrand Peto menegaskan, "Aku nggak kenal sama mereka. Gue nggak pernah kenal sama mereka." Pernyataan singkat namun tegas ini menjadi respons utama dari artis yang sering muncul di layar kaca itu untuk membantah semua tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh sejumlah korban.

Isi Laporan Polisi dan Reaksi Korban

Dilansir dari berbagai sumber, korban yang mengidentifikasi diri sebagai ANW melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian beberapa waktu lalu. ANW mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh sejumlah pria di sebuah klub elit pada pertengahan September 2023. Dalam laporannya, ANW menyebutkan bahwa Betrand Peto menjadi salah satu dari beberapa pria yang diduga melakukan pelecehan terhadapnya di lokasi tersebut.

Korban menggambarkan peristitra itu sangat menakutkan dan menyakitkan. Menurut ANW, dirinya merasa tidak aman dan menjadi sasaran pelecehan verbal maupun fisik oleh para terduga di lokasi tersebut. "Saya merasa takut dan tidak bisa berbuat banyak saat itu. Saya hanya bisa berusaha untuk melarikan diri dari situasi yang sangat tidak nyaman itu," ujar ANW dalam keterangannya kepada pihak berwajib.

Klarifikasi dari Betrand Peto

Sebagai respons terhadap laporan yang dibuat ANW, Betrand Peto memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan. Dalam unggahannya di media sosial, Betrad Peto tidak hanya membantah tuduhan pelecehan, tetapi juga menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal sama sekali korban yang melaporkannya.

"Saya sangat keberatan dengan tuduhan yang tidak benar ini. Saya tidak pernah mengenal ANW atau orang yang mengaku menjadi korban itu. Saya juga tidak pernah hadir di klub yang disebutkan dalam laporannya," tulis Betrand dalam unggahannya yang kemudian viral di berbagai platform media sosial.

Betrand juga menyatakan bahwa dirinya akan mengambil langkah hukum untuk melindungi nama baiknya dari tuduhan yang menurutnya tidak berdasar. "Saya akan bekerja sama dengan tim kuasa hukum saya untuk menindaklanjuti hal ini secara hukum. Tuduhan seperti ini sangat merusak bagi karir dan citra saya," tambahnya.

Respon Publik dan Pihak Terkait

Isu ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan media sosial. Banyak netizen yang membagikan pendapat berbeda mengenai kasus ini. Ada yang mendukung korban dan menyerukan agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum, sementara ada pula yang mendukung klarifikasi dari Betrand Peto.

Sementara itu, pihak klub tempat didahului kejadian pun belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini. Pihak keamanan klub mengaku masih melakukan penyelidikan internal untuk memverifikasi kebenaran laporan yang diterima pihak kepolisian.

Kepolisian Daerah Metro Jaya yang menangani kasus ini belum memberikan keterangan resmi mengenai status penyelidikan. Namun, pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara.

Pandangan Ahli Hukum

Menurut beberapa ahli hukum yang dikonfirmasi terkait kasus ini, tuduhan pelecehan seksual merupakan tindakan pidana yang serius dan bisa berdampak hukum yang berat bagi terduga pelaku. "Menurang Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, pelecehan seksual termasuk dalam kategori tindak pidana yang dapat dipidana," ujar seorang ahli hukum yang tidak mau disebutkan namanya.

Ahli hukum tersebut menambahkan bahwa dalam kasus ini, kunci utama penyelidikan adalah bukti-bukti yang dapat menguatkan tuduhan dari korban maupun pembelaan dari terduga pelaku. "Kedua pihak memiliki hak untuk membela diri, dan keadilan haruslah menjadi tujuan utama dalam proses hukum ini," pungkasnya.

Sampai dengan saat ini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Betrand Peto sendiri masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini, namun jika ditemukan bukti kuat yang menunjukkan keterlibatannya dalam tindakan pelecehan, statusnya dapat berubah menjadi tersangka.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter