17, 2026
Nasional

Basarnas: Korban Meninggal KM Virgo Transport 8 Bertambah jadi 6 Orang

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Basarnas: Korban Meninggal KM Virgo Transport 8 Bertambah Jadi 6 Orang

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengumumkan penambahan korban meninggal di kapal motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu. Jumlah korban meninggal sekarang mencapai enam orang, meningkat dari sebelumnya yang hanya dua orang. Kapal ini membawa 28 penumpang dan 11 awak kapal, sehingga masih ada 33 orang yang dinyatakan hilang setelah kejadian bencana tersebut.

Detail Kejadian dan Evakuasi

KM Virgo Transport 8 tenggelam pada Sabtu (15/7) sekitar pukul 14.30 WIB saat berlayar dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta menuju Pulau Tidung. Kapal diduga terbalik akibat gelombang setinggi 3-4 meter disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut. Menurut keterangan Basarnas, cuaca buruk menjadi faktor utama penyebab kecelakaan laut yang mengakibatkan tragedi ini.

Status Korban dan Penyelamatan

"Kepala Basarnas, Marsekal Muda (Purn) Feryanto AB, mengatakan tim SAR masih terus melakukan pencarian 33 orang yang dinyatakan hilang. "Tim SAR masih terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan menggunakan beberapa kapal patroli dan pesawat yang berpatroli di area pencarian," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (17/7).

Kondisi Cuaca dan Area Pencarian

"Area pencarian terletak di perairan sekitar Pulau Putri dan Pulai Seribu dengan kedalaman bervariasi antara 15 hingga 40 meter. Meski kondisi cuaca mulai membaik, arus laut yang masih cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melakukan evakuasi," jelas Feryanto.

"Menurut data BMKG, wilayah Kepulauan Seribu masih berada dalam zona waspada cuaca buruk hingga ak Juli 2023. Warga dan nelayan diminta waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak yang dapat menimbulkan gelombang tinggi.

Kasus Serupa di Masa Lalu

"Kejadian ini bukanlah pertama kali terjadi di wilayah Kepulauan Seribu. Pada tahun 2020, KM Asterus juga tenggelam di perairan yang sama dengan menyebabkan 15 orang tewas. Kasus tersebut juga diduga akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan penumpang.

"Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus Purnomo, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi keselamatan pelayaran di Kepulauan Seribu. "Kami akan memeriksa seluruh kapal yang beroperasi di jalur tersebut untuk memastikan keselamatan pelayaran terjamin," ujarnya.

Respon Pemerintah dan Masyarakat

"Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan siap membantu para korban dan keluarga yang terdampak bencana. Pemerintah Provinsi DKI telah membuka posko di Pulau Tidung dan Pulau Pramuka untuk membantu para korban yang selamat dan keluarga korban yang meninggal.

"Sementara itu, Komisi III DPR RI menegaskan akan meminta keterangan dari Kementerian Perhubungan terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8. "Kami ingin klarifikasi mengenai faktor penyebab kecelakaan dan langkah-langkah preventif yang akan dilakukan pemerintah untuk menghindari kejadian serupa di masa depan," kata anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Riza Patria.

"Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum berlayar serta memilih kapal yang memenuhi standar keselamatan. Pihak juga membuka hotline untuk informasi mengenai korban yang hilang, yaitu nomor 125-5555.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter