18, 2026
Nasional

Basarnas Kirim Helikopter Cari Kapal Virgo Angkut 243 Orang yang Hilang

Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk mencari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Kapal itu dikabarkan memawa 243 penumpang.]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Basarnas Kirim Helikopter Cari Kapal Virgo Angkut 243 Orang yang Hilang

Basarnas Kirim Helikopter dalam Pencarian Kapal Virgo yang Hilang dengan 243 Penumpang

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengirimkan dua unit helikopter untuk membantu operasi pencarian kapal motor (KMP) Virgo yang dilaporkan hilang kontak di perairan Indonesia. Kapal penumpang dengan 243 orang di atasnya ini tengah dicari secara intensif sejak hari ini setelah tidak kunjung muncul di tujuan yang seharusnya.

Kapal Virgo yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Batam ini diinformasikan kehilangan kontak pada Rabu pagi. Kapal yang membawa 238 penumpang dan 5 awak kapal ini seharusnya tiba di Batam pada Selasa malam namun hingga Rabu pagi belum juga konfirmasi kedatangannya.

Status Penumpang dan Upaya Pencarian

Ketua Basarnas, Marsda TNI F.H. Bambang Soesilo, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan hilangnya kontak dengan KMP Virgo sejak Selasa malam. "Kami langsung mengaktifkan tim SAR dan mengirimkan dua unit helikopter untuk membantu operasi pencarian," ujar Bambang dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta.

Dari data yang diperoleh, kapal Virgo membawa 243 orang terdiri dari 238 penumpang dan 5 awak kapal. Penumpang terdiri dari 210 dewasa, 28 anak-anak, dan 5 bayi. Semua penumpang dan awak kapal didominasi warga Indonesia dengan beberapa warga negara asing yang belum diketahui identitas pastinya.

Basarnas telah mengkoordinasikan dengan berbagai pihak termasuk TNI AL, Polri, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mempercepat proses pencarian. "Kami juga telah menghubungi pihak berwenang di Singapura dan Malaysia untuk meminta bantuan dalam area perairan yang berbatasan," tambah Bambang.

Kondisi Cuaca dan Area Pencarian

Menurut laporan BMKG, kondisi cuaca di area pencarian masih relatif baik dengan tinggi gelombang mencapai 1-2 meter. Namun, arus laut yang cukup kuat diperkirakan dapat mempengaruhi proses pencarian.

Area pencarian difokuskan di sekitar perairan Kepulauan Riau, khususnya di sekitar Selat Singapara dan Selat Malaka. Kapal Virgo terakhir kali dilaporkan berada di koordinat 0.8 derajat LU dan 104.5 derajat BT sebelum kehilangan kontak.

Kronologi Kejadian

KMP Virgo berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 15.00 WIB, Selasa (15/5) dengan jadwal tiba di Pelabuhan Batam pada pukul 22.00 WIB. Namun hingga jadwal kedatangan, kapal tidak juga muncul di pelabuhan tujuan.

Pihak Pelabuhan Batam langsung menginformasikan kehilangan kontak kapal kepada Basarnas sekitar pukul 23.00 WIB. Basarnas langsung memulai operasi pencarian dengan mengirimkan kapal patroli TNI AL dan dua unit pesawat Hercules untuk membantu pencarian dari udara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengkoordinasikan operasi pencarian. "Kami meminta semua pihak terkait untuk bekerja sama maksimal dalam menemukan kapal Virgo dan seluruh penumpangnya," ujar Budi dalam keterangannya.

Pemerintah juga telah membentuk tim khusus untuk menangani kejadian ini, termasko memberikan informasi kepada keluarga korban. Pihak Pelabuhan Tanjung Priok telah menyiapkan ruang khusus bagi keluarga penumpang yang menunggu informasi.

Sementara itu, beberapa pihak mengemukakan beberapa kemungkinan penyebab hilangnya kontak kapal Virgo. Menurut pakar maritim, salah satu kemungkinan adalah kapal mengalami masalah teknis atau bahkan tenggelam. "Kapal dengan ukuran seperti Virgo memang rentan terhadap kondisi cuaca buruk jika tidak dilengkapi dengan peralatan yang memadai," ujar Prof. Ahmad Dahlan, sepakar maritim dari Universitas Indonesia.

Kemungkinan lain adalah adanya kesalahan navigasi atau bahkan penyanderaan. Namun hingga saat ini, semua skenario masih menjadi bahan kajian tim SAR yang sedang melakukan operasi pencarian.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak menyebar berita hoaks terkait kejadian ini dan selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. "Kami akan terus memberikan update terkait perkembangan pencarian," pungkas Bambang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter